Tolu-Tolu Dibongkar, Rekanan Protes Bina Marga

400
PROTES PEMBONGKARAN : PPKom Proyek Tolu-Tolu, Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, memberikan penjelasan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, di Pasar Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES PEMBONGKARAN : PPKom Proyek Tolu-Tolu, Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, memberikan penjelasan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, di Pasar Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES PEMBONGKARAN : PPKom Proyek Tolu-Tolu, Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, memberikan penjelasan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, di Pasar Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES PEMBONGKARAN : PPKom Proyek Tolu-Tolu, Disperindagkop dan UMKM Kabupaten Pekalongan, memberikan penjelasan kepada Dinas Bina Marga Provinsi Jateng, di Pasar Bojong, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Proyek pembuatan tolu-tolu atau pembatas jalan di Pasar Bojong, Kabupaten Pekalongan senilai Rp 267 juta, menimbulkan keributan. Pasalnya, proyek Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kabupaten Pekalongan yang dikerjakan CV Pacinko ini dibongkar paksa Dinas Bina Marga Propinsi Jateng, Kamis (30/6) kemarin. Tentu saja, CV Pacinko melayangkan protes petugas Binas Marga Provinsi Jateng.

Dalam aksi protes tersebut, sempat terjadi keributan. Akibatnya, puluhan warga di sekitar Pasar Bojong berusaha melerai agar tidak menimbulkan keributan yang lebih luas. Mengingat kondisi pasar saat itu sangat ramai. Kendati begitu, aksi pembongaran tolu-tolu tersebut sempat mengakibatkan kemacetan panjang. Hingga Polsek Bojong sempat turun tangan, agar tidak terjadi bentrok berkepanjangan.

Direktur CV Pacinko, Sugiyat, mengungkapkan bahwa pihaknya mengerjakan proyek tolu-tolu sejak sebulan lalu. Saat ini, pengerjaannya sudah 90 persen. Namun tanpa pemberitahuan dari Disperindagkop dan UMKM atau Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pekalongan, tiang tolu-tolu tersebut dibongkar paksa oleh Dina Bina Marga Provinsi Jateng.

“Pengerusakan yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga ini, saya laporkan ke Polres Pekalongan dan Kejaksaan. Saya mengalami kerugiaan ratusan juta rupiah. Harusnya kalau ada pencabutan, ada surat izinnya terlebih dahulu,” kata Sugiyat saat ditemui di lokasi Pasar Bojong.