Desak Gubernur Cairkan Dana Hibah

229
STOK AMAN: Para pekerja sedang menata karung-karung beras yang datang di gudang Bulog Jateng, kemarin. (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DESAK PENCAIRAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat memimpin rapat terkait dana hibah KONI Jateng bersama Komisi E dan Dinpora di ruang rapat Komisi E, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
DESAK PENCAIRAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat memimpin rapat terkait dana hibah KONI Jateng bersama Komisi E dan Dinpora di ruang rapat Komisi E, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)
DESAK PENCAIRAN: Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi saat memimpin rapat terkait dana hibah KONI Jateng bersama Komisi E dan Dinpora di ruang rapat Komisi E, kemarin. (Ajie Mahendra/Jawa Pos Radar Semarang)

SEMARANG – Kalangan dewan menilai Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo memperlambat pencairan dana hibah KONI. Padahal, dana tersebut sangat dibutuhkan untuk persiapan PON Jabar 2016 yang dimulai September mendatang.

Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi menuturkan, sikap gubernur dalam mengawal pencairan anggaran memang bagus. Dia setuju jika KONI harus merinci semua anggaran yang diajukan. Tapi, jika waktu pencairannya mepet, pasti akan berdampak pada mental atlet. Terlebih, saat ini KONI sudah melakukan revisi kali keempat. ”Sebaiknya segera ditandatangani gubernur. Toh KONI sudah punya iktikad baik untuk membenahi susunan anggaran,” tegasnya dalam rapat dengar pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi E, Kamis (9/6).

Politikus PDIP ini pun kurang setuju dengan permintaan gubernur yang harus meratakan porsi setiap cabang olahraga (cabor). Baginya, pemerataan ini justru dinilai tidak adil. Jika dipukul rata, anggaran Rp 70,8 miliar tidak akan cukup. ”Makanya ada skala prioritas. Jadi maklum jika anggaran lebih besar bagi yang berpotensi mendapatkan emas,” cetusnya.

Rukma berharap, revisi keempat yang sudah diserahkan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora) ini bisa segera ditindaklanjuti. Dengan begitu, tidak sampai Agustus, dana sudah bisa dicairkan lewat Biro Keuangan. ”Kalau gubernur mengharap detail, maka ini sudah diberikan, jadi nanti tidak ada alasan untuk tidak mencairkan. Apalagi sudah di-perda-kan dan digedok di APBD. Jadi hukumnya wajib dan harus segera dilakukan,” katanya.

Sekretaris Dinpora Jateng, Tri Laksono menambahkan, revisi anggaran memang sudah diserahkan KONI ke Dinpora dan sudah detail. Saat ini masih ada sedikit perbaikan. ”Pengajuan pencairan hibah KONI akan disampaikan lagi ke gubernur pada Senin (13/6) mendatang,” tuturnya.