Salat Tarawih Perdana, Masjid Penuh Jamaah

Tertutup Mendung, Hilal Tak Kelihatan

397
MARHABAN YA RAMADAN: Pengamatan hilal yang dilakukan di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MARHABAN YA RAMADAN: Pengamatan hilal yang dilakukan di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MARHABAN YA RAMADAN: Pengamatan hilal yang dilakukan di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MARHABAN YA RAMADAN: Pengamatan hilal yang dilakukan di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), kemarin. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Salat Tarawih hari pertama di Bulan Ramadan 1437 H tadi malam digelar hampir di semua musala dan masjid di Kota Semarang. Salah satunya di Masjid Raya Baiturrahman Simpang Lima, Semarang. Ribuan jamaah putra dan putri tampak khusyuk melaksanakan salat Isya dilanjutkan salat Tarawih dan Witir berjamaah dengan Imam KH Ulil Abshor Al Hafidz. Salat Tarawih dilaksanakan 20 rakaat ditambah 3 rakaat salat Witir. Bertindak sebagai penceramah KH Dr Ahmad Darodji MSi, Ketua MUI Jateng. Pada salat Tarawih perdana tadi malam, masjid dipenuhi jamaah hingga saf paling belakang.

”Alhamdulillah, sekarang kita kembali masuk bulan Ramadan. Kenapa ada bulan suci Ramadan? Karena agar ke depannya kita menjadi orang yang baik dan lebih baik dengan menjalankan ibadah wajib ini,” jelas KH Ahmad Darodji dalam ceramahnya.

Menurut Darodji, berpuasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, akan tetapi juga menahan segalanya, termasuk menahan hawa nafsu dan perbuatan yang bisa membatalkan puasa. Ia meminta kepada semua umat Islam di bulan Ramadan untuk memperbanyak sedekah. Karena pahalanya berlipat.

Ahyani, Pengurus Masjid Raya Baiturrahman mengatakan, banyak kegiatan yang dilaksanakan selama Ramadan. Di antaranya, kuliah subuh, kajian, dan menghimpun zakat fitrah.

Sementara itu, sore kemarin Kementerian Agama Republik Indonesia Kanwil Jateng, melakukan rukyah di Menara Al Husna Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Dalam rukyah tersebut hilal belum terlihat, karena tertutup oleh mendung. ”Meskipun tertutup, tetapi ada laporan dari Gresik yang melihat hilal, sehingga bisa menjadi saksi,” ungkap Wakil Ketua Tim Hisab Rukyah Provinsi Jawa Tengah, Slamet Hambali, kemarin.