Tahun Depan, KONI Tak Dapat Anggaran

Anggaran Cabor Disalurkan Lewat Dinpora

290

SEMARANG – Pengajuan anggaran pembinaan olahraga melalui dana hibah KONI Jawa Tengah tahun ini dianggap keliru oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Gubernur rupanya sudah tidak percaya lagi kepada KONI Jateng. Dia bahkan berencana mengubah pola pembiayaan dari bantuan keuangan berupa hibah, dengan disalurkan lewat Dinas Pemuda dan Olahraga (Dinpora).

Selama dia menganggap sistem penganggaran di KONI Jateng salah karena tidak melibatkan cabang olahraga (cabor) yang ada. Ganjar juga menilai KONI tidak punya prioritas cabor dalam pengajuan anggaran.

“Kalau bicara prioritas, pasti dimaklumi jika alokasi anggarannya besar. Kalau kurang, dicari solusinya, bisa cari sponsornya. Lha ini, mereka (cabor) tahu anggarannya saja tidak. Tahun besok, lewat Dinpora saja. Biar dicek secara teliti dulu,” tegasnya.

Saat ini, Ganjar meminta KONI Jateng membenahi anggaran persiapan PON 2016 September mendatang sebesar Rp 70,8 miliar. Terutama mengenai detil penganggaran. Entah nutrisi, alat latihan, seragam, dan lain sebagainya. “Yang kemarin itu kan tidak. Hanya gelondongan,” tegasnya.

Sementara Ketua Umum IKASI Jateng yang juga anggota Komisi E DPRD Jateng, Kukuh Birowo mengaku setuju dengan Ganjar soal transparasi anggaran. Hanya saja, dia berpendapat kebutuhan anggaran tiap cabang olahraga harus ditilik dari prestasi dan kebutuhan riil lapangan. “Jangan samakan anggar dengan cabang yang lain. Kami juga mendapatkan perlengkapannya di luar negeri. Hanya ada dua toko di Indonesia yang menjual perlengkapan anggar, itu juga tidak lengkap,” terang politikus Partai Demokrat.