Mochtar Hidayat Diduga Potong Dana 16 Cabor

Sidang Korupsi Dana Hibah KONI

471
SANTAI SEBELUM SIDANG: Terdakwa Mochtar Hidayat sebelum menjalani sidang perdana sempat bersantai di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTAI SEBELUM SIDANG: Terdakwa Mochtar Hidayat sebelum menjalani sidang perdana sempat bersantai di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTAI SEBELUM SIDANG: Terdakwa Mochtar Hidayat sebelum menjalani sidang perdana sempat bersantai di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SANTAI SEBELUM SIDANG: Terdakwa Mochtar Hidayat sebelum menjalani sidang perdana sempat bersantai di kantin Pengadilan Tipikor Semarang, kemarin. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mantan Sekretaris Umum KONI Kota Semarang, Mochtar Hidayat (MH) menjalani sidang perdana di Pengadilan Tipikor Semarang, Selasa (17/5). Agenda sidang kasus dugaan korupsi dana hibah KONI Kota Semarang 2012 dan 2013 ini adalah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Semarang.

Dalam dakwaannya, JPU Zahri Aeniwati didampingi Harwanti, Ayu, dan Bondan Subrata menyebutkan, kalau pada 2012 dalam perkara itu ada 6 dana cabang olahraga (cabor) yang seharusnya dipergunakan untuk biaya operasional, pembinaan pengurus cabor dan badan fungsional 38 cabor, namun diduga dipotong oleh terdakwa bersama terpidana Djody Aryo Setyawan dan Suhantoro. Di antaranya, cabor judo, basket, gulat, dan silat masing-masing dipotong Rp 50 juta, sementara di kuitansi tertulis Rp 100 juta-Rp 200 juta. Selain itu, cabor voli dan panahan masing-masing dipotong Rp 75 juta sementara di kuitansi tertulis Rp 150 juta.

”Pada 2013, terdakwa juga kembali melakukan pemotongan dana 10 cabor di antaranya, PABBSI, PGSI, PJSI, PERKEMI, PSI, PERSANI, IODI, KODRAT, PERBASI, WI yang masing-masing dipotong Rp 50 juta, sementara di kuitansi tertulis mulai Rp 20 juta-Rp 121 juta,” beber jaksa Zahri Aeniwati dalam dakwaannya dihadapan majelis hakim yang dipimpin Andi Astara didampingi dua hakim anggota, H Sunarso dan DR Sinitya Y Sibarani.

Atas perbuatannya itu, JPU menjerat terdakwa Mochtar dengan 4 pasal sekaligus. Yakni, pasal 2 ayat 1 jo pasal 18 ayat 2 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU Nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke satu KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP. Subsider melanggar pasal 3 dan lebih subsider pasal 8 UU yang sama. Serta lebih-lebih subsider melanggar pasal 9 UU yang sama.

Dalam kasus dugaan korupsi ini, selain Mochtar Hidayat, juga menjerat Teguh Widodo, Sudibyo, dan dua pengurus lainnya, yakni Suhantoro dan Djody Aryo Setiawan, mantan sekretaris dan bendahara KONI (sudah dipidana). Selain itu, sejumlah pihak yang diduga terlibat, salah satunya Ikhwan Ubaidilah. (jks/aro/ce1)