Dari Hiburan Malam ke Resto

524
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG
ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG

MENGAPLIKASIKAN ilmu yang didapat saat sekolah atau kuliah tentu sangat mengasyikkan sekaligus menantang. Selain bisa terjun dan merasakannya secara langsung, juga bisa menambah pengalaman. Seperti yang dialami Riska Ladya Meitharani Budi Astuti, yang kini menjadi Marketing Good Fellas Resto and Modus Bar.

Laudya –sapaan akrabnya— mengaku tertantang mengaplikasikan ilmu komunikasi yang didapatkan di bangku kuliah. Ia membuat konsep, marketing hingga dunia kehumasan demi mendapatkan pengalaman. ”Di dunia pekerjaan ternyata bisa diaplikasikan, memang sengaja nggak nunggu lulus kuliah, karena saya pengin merasakan dan mengaplikasikan ilmu yang didapat secara langsung,” tutur mahasiswi tingkat akhir jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Diponegoro (Fisip Undip) ini.

Gadis manis kelahiran Jogjakarta, 22 Mei 1992 ini mengaku kali pertama terjun di dunia kerja saat bergabung menjadi marketing promotion di Babyface Club and Karaoke hingga akhirnya ke Goodfellas Resto and Modus Bar yang masih berada di bawah satu bendera Varuna Inc. ”Kalau di dunia hiburan lebih bisa menyalurkan kreativitas. Contohnya bikin event dan konsep acara yang unik sesuai passion anak muda,” tuturnya.

Diakui gadis berzodiak Gemini ini, terkadang ia mengalami kesulitan. Apalagi Laudya menekuni pekerjaan dari dunia hiburan ke resto, yang tentunya dengan konsep yang berbeda. ”Agak susah sih, apalagi harus megang marketing salesnya, promosi juga, konsep juga. Belum lagi ngapalin menu dan yang lain, harus aktif di social media dengan segmentasi premium tentu menjadi tantangan tersendiri,” katanya.

Good Fellas Resto and Modus Bar sendiri memang menyasar segmentasi premium dengan konsep anak muda dan cenderung cozy. Keduanya pun bersinggungan dengan dunia malam yang cenderung ber-image negatif. Namun image negatif itu ia counter dengan profesionalisme dan attitude dalam bekerja. ”Dunia malam tidak selamanya negatif kok, asal kita profesional, bisa memilih mana yang baik dan mana yang nggak, serta bisa menempatkan diri, sehingga citra negatif itu bisa hilang,” ucap penyuka warna hitam ini.

Penghobi traveling ini bahkan mengaku mendapatkan dukungan dari kedua orang tuanya. Karena memang Laudya enggan bersinggungan dengan hal-hal yang menurutnya melanggar norma agama. ”Kedua orang tua sih percaya dan mendukung, selama apa yang kita lakukan tetap di jalan yang benar, serta tidak merugikan orang lain,” ucap penyuka cokelat ini. (den/aro/ce1)