Semula Iseng Daftar, Justru Lolos Seleksi

Tri Suci Rahayu, Anak Pedagang Kerupuk Wakili Indonesia ke Eropa

712
BANTU ORTU: Ketika berada di rumah, Tri Suci Rahayu selalu meluangkan waktu membantu pekerjaan orang tua berjualan kerupuk. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTU ORTU: Ketika berada di rumah, Tri Suci Rahayu selalu meluangkan waktu membantu pekerjaan orang tua berjualan kerupuk. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTU ORTU: Ketika berada di rumah, Tri Suci Rahayu selalu meluangkan waktu membantu pekerjaan orang tua berjualan kerupuk. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BANTU ORTU: Ketika berada di rumah, Tri Suci Rahayu selalu meluangkan waktu membantu pekerjaan orang tua berjualan kerupuk. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Menjadi anak pedagang kerupuk, tidak mengalangi Tri Suci Rahayu mengejar prestasi. Dia menjadi satu-satunya mahasiswi yang didapuk mewakili Indonesia, terjun dalam kompetisi internasional yang digelar di Lativa Eropa, beberapa waktu lalu. Seperti apa?

AJIE MAHENDRA

PRESTASI pendidikan tidak pernah melihat latar belakang. Meski lahir dengan kesederhanaan, Tri Suci Rahayu mampu membuktikan kualitas dirinya. Soal akademis, dara yang tinggal di bilangan Palebon, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang ini patut diapresiasi.

Sepak terjangnya di dunia pendidikan, mengantarkan Suci ke kompetisi internasional yang digelar Stockholm School of Economics dan SSE Riga Students di Lativa, Eropa. Awalnya, di akhir 2015, Suci melihat ada pembukaan peserta untuk mengikuti kompetisi internasional. Iseng-iseng, dia mencoba mendaftar. Meski tanpa membawa harapan besar, toh Suci mampu merontokkan ratusan peserta lain.

”Saya sendiri tidak menyangka bisa lolos seleksi. Dan saya heran, hanya saya saja yang diberangkatkan mewakili Indonesia,” ucapnya ketika ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya, kemarin.