Cabuli Ponakan, Kakek 2 Cucu Diringkus

428
PENCABULAN : Duleni, 65, kakek dua cucu tersangka pencabulan gadis di bawah umur saat diperiksa di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCABULAN : Duleni, 65, kakek dua cucu tersangka pencabulan gadis di bawah umur saat diperiksa di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCABULAN : Duleni, 65, kakek dua cucu tersangka pencabulan gadis di bawah umur saat diperiksa di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENCABULAN : Duleni, 65, kakek dua cucu tersangka pencabulan gadis di bawah umur saat diperiksa di Mapolres Batang, kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Lama tak berhubungan badan lantaran sang istri meninggal dunia, Duleni, 64, warga Desa Beji, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang, diduga melakukan pencabulan terhadap M, 14, yang tak lain keponakannya sendiri. Karena perbuatan asusila tersebut, Duleni diringkus oleh Sat Reskrim Polsek Tulis Polres Batang, Jumat siang (22/4) kemarin.

Tindak asusial tersebut baru terungkap setelah Kn, 31, ibu korban pencabulan, menaruh curiga atas perubahan sikap putrinya yang semula ceria dan rajin membantunya di kebun, selalu mengurung diri di kamar. Bahkan, sering mengeluh kesakitan pada kemaluan. Akhirnya oleh ibunya, M dibawa ke Puskesmas Tulis untuk diperiksa karena badannya panas.

Tak disangka oleh ibu korban, saat mendapatkan keterangan dari dokter Puskesmas, terkejut bukan kepalang. Ternyata, anaknya mengalami trauma karena mendapatkan pelecehan seksual sehingga alat kemaluannya memar. Selain itu, putrinya trauma setiap kali melihat Duleni, padahal Duleni bukanlah orang lain di keluarganya.

“Setelah tahu kalau anak saya sudah dicabuli berulang kali oleh Duleni, langsung saya laporkan ke Polsek Tulis, biar dia dipenjara sekalian,” ungkap ibu korban kesal.

Duleni pun langsung ditangkap Jumat siang (22/4) kemarin, setelah ibu korban dan korban melaporkan ke PPAP Polsek Tulis pada pagi harinya. Duleni saat ditangkap tidak melakukan perlawanan apapun. Hanya pasrah ketika dibawa ke Polsek Tulis yang didamping Ketua RT desa setempat. “Saya tergoda ketika melihat tubuhnya yang bongsor, meski baru berumur 14 tahun,” kata Duleni saat diperiksa di Polsek Tulis.