BKSDA Hibahkan Harimau Milik Mendagri

393
PENELITIAN: Harimau milik Mendagri Tjahjo Kumolo yang telah diawetkan, sebelumnya diserahkan ke BKSDA Jateng, dan rencananya dihibahkan kepada Unnes untuk penelitian. (ISTIMEWA)
PENELITIAN: Harimau milik Mendagri Tjahjo Kumolo yang telah diawetkan, sebelumnya diserahkan ke BKSDA Jateng, dan rencananya dihibahkan kepada Unnes untuk penelitian. (ISTIMEWA)
PENELITIAN: Harimau milik Mendagri Tjahjo Kumolo yang telah diawetkan, sebelumnya diserahkan ke BKSDA Jateng, dan rencananya dihibahkan kepada Unnes untuk penelitian. (ISTIMEWA)
PENELITIAN: Harimau milik Mendagri Tjahjo Kumolo yang telah diawetkan, sebelumnya diserahkan ke BKSDA Jateng, dan rencananya dihibahkan kepada Unnes untuk penelitian. (ISTIMEWA)

SEMARANG – Dua Hariamau Sumatera yang telah diawetkan milik Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang dititipkan di Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, rencananya akan dijadikan sebagai bahan penelitian kampus.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman, mengatakan, jika dua harimau Sumatera yang telah diawetkan itu diserahkan ke BKSDA sejak dua bulan lalu, sebelumnya hewan ini disimpan sebagai koleksi di kediaman keluarga Tjahjo di wilayah Citarum Semarang. ”Dua bulan lalu perwakilan keluarga yang menyerahkan bersama hewan-hewan lainnya di BKSDA Jateng dan Jakarta,” katanya kemarin.

Rencananya dua harimau Sumatera itu akan dijadikan sebagai bahan penelitan Fakultas Biologi Universitas Negeri Semarang (Unnes) sesuai dengan perintah dari Dirjen Kehutanan yang ditembuskan kepada BKSDA Jateng. Dirinya mewanti-wanti kepada pihak Unnes untuk merawat harimau yang sudah diawetkan tersebut dengan baik. ”Dihibahkan ke Unnes, sesuai dengan persetujuan Dirjen Kehutanan. Nanti di sana akan dijadikan bahan penelitian,” jelasnya.

Sementara itu Koordinator Konservasi dan Keanekaragaman Hayati BKSDA Jateng, Shokhib Abdillah menuturkan jika dari dua harimau yang diawetkan, satu harimau dalam kondisi baik sementara satunya sedikit rusak, karena termakan usia. ”Usianya sudah puluhan tahun, sebelum diawetkan dua harimau itu masih muda dan berjenis kelamin jantan,” bebernya.

Ia menerangkan jika penyerahan secara resmi rencananya akan dilakukan pekan depan. Menurut dirinya perlindungan terhadap hewan langka diatur dalam UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi dan Ekosistem. Di mana dalam pasal tersebut tertuang larangan bagi setiap orang berburu, memperdagangkan, memelihara, membunuh, satwa liar. ”Pasal itu berlaku dengan larangan memelihara baik dalam keadaan hidup, mati atau bagian organnya,” tambahnya. (den/zal/ce1)