Sejumlah Peserta UNBK Absen

Tiga Napi Unas Paket C di Lapas

381

unas SMA 2016

”Kalau yang UNBK ya tetap UNBK, begitu juga yang PBT (Paper Based Test). Jadi, tetap sesuai sekolah, kecuali kondisi medis siswa tidak memungkinkan untuk UNBK,” ujarnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang kemarin, hampir semua sekolah yang menyelenggarakan UNBK sudah menyiapkan genset untuk mengantisipasi listrik yang padam agar tidak mengganggu jalannya tes. Rata-rata sekolah menggunakan sumber listrik cadangan itu untuk berjaga-jaga. Namun berbeda dilakukan SMKN 8 Semarang. Sekolah ini justru menggunakan genset sebagai sumber listrik utama untuk menyelenggarakan UNBK.

Ketua panitia UNBK SMKN 8 Semarang, Ardan Sirojudin, menjelaskan, hal itu dilakukan karena menurutnya sumber dari genset lebih bisa diawasi sendiri. ”Kalau listrik PLN kita kan tidak bisa mengawasinya, mungkin kalau pemadaman bisa dikondisikan, tapi kalau tiba-tiba ada pohon jatuh menimpa kabel listrik atau kecelakaan lainnya, kita kan tidak pernah tahu,” katanya. Karena itulah, ia menggunakan diesel sebagai sumber energi utama.

Salah satu peserta UNBK sesi pertama di SMKN 8 Semarang, Erik Pratama, menjelaskan, selama mengerjakan soal UNBK hari pertama, yakni mata pelajaran Bahasa Indonesia, dirinya tidak menemukan kendala berarti. Proses memasukkan username dan password, menjawab soal, hingga meng-upload jawaban dilakukan dengan lancar.

”Kalau ujian seperti ini menurut saya lebih efisien daripada menggunakan kertas. Sangat memudahkan, tidak perlu membawa alat tulis, kita bisa lebih cepat mengerjakan, sangat memudahkan,” ujar Erik.

Di SMKN 8 Semarang, UNBK dibagi dalam tiga sesi dengan 144 komputer untuk 373 peserta ujian. Sesi pertama dimulai pukul 07.30, kedua pukul 10.30, dan sesi terakhir pukul 14.00. Mereka menggunakan enam ruangan dan satu ruangan lagi untuk cadangan jika terjadi gangguan.