4.208 Siswa Siap Ikuti UNBK

598
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Ujian Nasional (unas) berbasis komputer yang dilakukan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ungaran.
MANFAATKAN TEKNOLOGI: Ujian Nasional (unas) berbasis komputer yang dilakukan siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ungaran.

UNGARAN – Sebanyak 4.208 siswa dari 19 sekolah di Kabupaten Semarang siap mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan mulai Senin (4/4) mendatang. Jumlah peserta dan sekolah yang mengikuti UNBK lebih banyak dibanding tahun lalu yang hanya tiga sekolah saja yang menyelenggarakan UNBK.

Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Semarang menyebutkan ke-19 sekolah penyelenggara UNBK tersebut terdiri atas 16 SMK, dua SMA dan 1 SMP. Lebih rinci yakni SMKN 1 Bawen, SMKN 1 Bancak, SMKN 1 Tengaran, SMKN 1 Kaliwungu, SMKN 1 Pringapus, SMKN H Moenadi, SMK Bina Usaha Ungaran, SMK Dr Tjipto Ambarawa, SMK Sudirman 1 Ambarawa, SMK Sudirman 2 Ambarawa, SMK NU Roudhlotul Furqon Banyubiru, SMK NU Ungaran, SMK Tarunatama Getasan, SMK Telkom Tunas Harapan Tengaran, SMK Widya Praja Ungaran, SMK Wikrama 1 Susukan, SMAN 1 Bergas, SMAN 1 Ungaran, SMP Kristen Lentera Ambarawa. Dari 19 sekolah penyelenggara UNBK, total jumlah peserta ada 4.208 siswa, Terdiri dari 3.510 siswa SMK, 651 siswa SMA dan 47 siswa SMP.

”Sebelumnya hanya tiga sekolah saja yang menyelenggarakan ujian nasional (unas) CBT atau computer based test (diubah menjadi ujian nasional berbasis komputer atau UNBK). Tahun ini bertambah 16 sekolah, sehingga total ada 19 sekolah,” ungkap Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kabupaten Semarang Adi Prasetyo, kemarin.

Ad menambahkan, sekolah penyelenggara UNBK wajib menyediakan satu komputer untuk dua atau tiga peserta ujian. Sehingga minimal ada 30 unit komputer atau laptop yang disediakan masing-masing sekolah. Sejumlah sekolah juga telah menggelar try out atau uji coba UNBK sekaligus simulasi ujian menggunakan komputer secara online. ”Rata-rata menggelar dua kali uji coba. Dari uji coba itu siswa diajari mengisi, menghapus atau meralat jawaban, sekaligus uji coba koneksi internet sekolah. Semuanya terpantau lancar,” tuturnya.