Sekolah Hijau Akan Digusur Proyek Tol

1059
TERGUSUR: SMP Negeri 16 Semarang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan yang bakal terkena proyek tol Semarang-Batang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGUSUR: SMP Negeri 16 Semarang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan yang bakal terkena proyek tol Semarang-Batang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGUSUR: SMP Negeri 16 Semarang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan yang bakal terkena proyek tol Semarang-Batang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERGUSUR: SMP Negeri 16 Semarang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan yang bakal terkena proyek tol Semarang-Batang. (NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SMP Negeri 16 Semarang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, adalah salah satu bangunan fasilitas umum yang bakal tergusur oleh proyek tol Semarang-Batang. Para siswa dan guru di sekolah yang kerap menggondol penghargaan Adiwiyata ini pun tidak kaget mendengar kabar proyek jalan tol tersebut. Sebab, sekolah yang memiliki 24 ruang kelas ini telah lama diberi patok pembatas proyek jalan tol.

”Isu mau digusur itu sudah lama. Jadi, kami tidak kaget,” kata salah seorang guru SMPN 16 Semarang yang enggan disebutkan namanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang.

Dikatakannya, proses belajar mengajar selama ini berjalan lancar, kondusif, dan sama sekali tidak resah. ”Itu sudah sejak 8 tahun yang lalu, melewati kepemimpinan empat kepala sekolah. Hampir setiap tahun muncul isu itu. Tapi tahun ini lebih getol lagi kalau sekolah kami akan digeser,” ujarnya.

Dia sendiri menyayangkan rencana proyek jalan tol yang bakal menggusur sekolah tersebut. Sebab, SMPN 16 sudah dibangun sedemikian rupa dan menghabiskan biaya tidak sedikit. ”Bagi kami pegawai negeri yang mengajar di sini ya tinggal manut saja. Mau pindah ke mana saja ya pasrah. Para siswa ya ndak ngaruh, wong siswa juga berganti-ganti. Tugas kami ya mengajar, mendidik, menjalankan tugas sesuai tupoksi. Memang bukan mengurusi mau dipindah ke mana,” katanya.