Satpol PP Dinilai Kurang Konsisten Berantas Mihol

326
DIMUSNAHKAN- Petugas Satpol PP saat memusnahkan minuman keras jenis ciu atau tuak hasil sitaan dari para pedagang di Ungaran. (DOKUMENTASI)
DIMUSNAHKAN- Petugas Satpol PP saat memusnahkan minuman keras jenis ciu atau tuak hasil sitaan dari para pedagang di Ungaran. (DOKUMENTASI)
DIMUSNAHKAN- Petugas Satpol PP saat memusnahkan minuman keras jenis ciu atau tuak hasil sitaan dari para pedagang di Ungaran. (DOKUMENTASI)
DIMUSNAHKAN- Petugas Satpol PP saat memusnahkan minuman keras jenis ciu atau tuak hasil sitaan dari para pedagang di Ungaran. (DOKUMENTASI)

UNGARAN- Aparat penegak hukum dan peraturan daerah di Kabupaten Semarang dinilai tidak maksimal dalam melakukan pemberantasan peredaran minuman beralkohol (mihol) atau biasa dikenal dengan minuman keras (miras). Sebab, masih banyak tempat yang menjual mihol secara bebas terutama di tempat-tempat hiburan malam seperti di Bergas, Bandungan dan Bawen.

“Aparat penegak hukum dan Perda (peraturan daerah) di sini kurang konsisten dalam memberantas peredaran mihol. Buktinya masih banyak beredar, bahkan di tempat hiburan seperti kawasan Bandungan dan lainnya sangat besar peredarannya. Kalaupun ada penyitaan jumlahnya tidak besar,” kata Pelaksana Harian (Plh) Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) Kabupaten Semarang, M Mustafid, Kamis (17/3) pagi.

Dari hasil monitoring yang dilakukan oleh GPK masih banyak terdapat tempat-tempat yang menjual mihol. Bahkan untuk mengelabui petugas, mihol tersebut ditempatkan dalam gudang khusus yang tersembunyi. “Jangan sampai polisi maupun Satpol PP kalah pinter sama maling (penjual mihol),” ujarnya.