Bandungan Dijadikan Kota Khusus Hiburan

628

UNGARAN-Wacana menjadikan Kota Bandungan di Kabupaten Semarang, sebagai kota khusus layaknya Genting Highlands di Selangor Malaysia, mulai digulirkan. Wacana tersebut muncul karena di Bandungan sangat banyak hotel untuk prostitusi, perjudian serta peredaran minuman beralkohol yang karakteristiknya hampir sama dengan Genting Malaysia.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang, Basari mengatakan wacana menjadikan Bandungan sebagai kota khusus untuk hiburan dan wisata sudah sering muncul. Pihaknya sangat setuju, namun tidak mudah untuk menjadikan Bandungan sebagai kota khusus tersebut. Sebab harus melihat dari berbagai aspek, lantaran lokasi hiburannya di Bandungan sudah berbaur dengan masyarakat.

“Jika memang mau dijadikan kota khusus, saya setuju saja. Sehingga suasananya menjadi lebih hidup. Namun harus dipertimbangkan juga, sebab disana ada masyarakat yang tinggal,” kata dia, Selasa (15/3) kemarin.

Sementara itu dosen Perhotelan dan Pariwisata STIE Pariwisata Semarang, Petrus Ismanto, SE MM menilai wacana tersebut sulit diterapkan di Bandungan. Sebab Bandungan memiliki sejumlah destinasi wisata seperti Candi Gedongsongo dan lainnya. Kalau kota khusus diterapkan di Bandungan maka akan semakin memperburuk citra pariwisata Bandungan.

“Saat ini saja image Bandungan sudah buruk karena maraknya hotel yang identik dengan prostitusi dari Lemah Abang hingga pasar Bandungan. Belum lagi dengan masalah prostitusinya dan narkoba karena maraknya tempat hiburan. Bahkan di Kabupaten Semarang ini tempat prostitusi sangat banyak,” kata dia yang juga menjabat sebagai pimpinan di objek wisata Kampoeng Rawa.

Petrus mengatakan, selama ini bisnis hiburan tumbuh subur. Imbasnya peredaran narkoba juga meningkat. Namun yang terjadi selama ini justru seakan ada pembiaran. “Kondisi ini terjadi karena banyak upaya suap menyuap di sana untuk mengamankan bisnisnya. Kalau tidak ada suap menyuap tentu akan bersih di Bandungan.

“Semestinya kota khusus itu tidak di Bandungan, tetapi di kawasan Sumowono atau di kota kecamatan lainnya yang jauh dari destinasi wisata. Di Bandungan ini sudah terkenal wisata alam dan kulinernya, sayang kalau dikotori dengan kegiatan seperti itu. Tinggal bagaimana kita memperbaiki citra Bandungan,” pungkasnya. (tyo/ida)