Bupati Dituntut Bubarkan Lokalisasi

1027
TOLAK PROSTITUSI : Warga Peduli Batang, saat memasang spanduk berantas prostitusi di samping rumah dinas Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TOLAK PROSTITUSI : Warga Peduli Batang, saat memasang spanduk berantas prostitusi di samping rumah dinas Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TOLAK PROSTITUSI : Warga Peduli Batang, saat memasang spanduk berantas prostitusi di samping rumah dinas Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)
TOLAK PROSTITUSI : Warga Peduli Batang, saat memasang spanduk berantas prostitusi di samping rumah dinas Bupati Batang, kemarin. (Taufik hidayat/jawa pos radar semarang)

BATANG – Lantaran semakin banyaknya bermunculan lokalisasi baru di Kabupaten Batang, mulai dari sepanjang jalur pantura hingga pelosok pedesaan, seperti di Kecamatan Bandar, Limpung dan Bawang. Kamis (3/3), puluhan warga yang mengatasnamakan Aktivis Peduli Batang, melakukan aksi damai di Rumah Dinas Bupati Batang.

Beberapa spanduk sepanjang 6 meter dengan lebar 1 meter, dipasang di sekitar Rumah Dinas Bupati di Alun Alun Kota Batang. Dalam spanduk bertuliskan “Pak Kapolres dan Pak Bupati yang terhormat, Kramat Tunggak, Dolly, Kalijodo, Sudah di bubarkan. Boyongsari, Pulau Mencawak dan Bongchino, serta tempat prostusi lain di Batang akan di bubarkan kapan ??!!! Berani tidak ???!!!”

Pendemo berharap Bupati Yoyok Rio Sudibyo, membaca dan punya nyali untuk memberantas tempat prostitusi di Kabupaten Batang. Mengingat selama ini tempat hiburan dan prostitusi yang semula tutup, kembali dibuka dan yang baru bermunculan. Tanpa adanya tindakan apa pun dari Pemkab Batang. Bahkan Kabupaten Batang menjadi rujukan untuk Pekerja Seks Komersial (PSK) dari luar kota.