Orang Tua Harus Siapkan Rp.500 Juta

437
TUNGGU NORMAL : Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan masih menunggu kondisi kesehatannya normal untuk menjalani operasi. Saat ini masih dirawat di inkubator RSUP dr Kariadi, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU NORMAL : Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan masih menunggu kondisi kesehatannya normal untuk menjalani operasi. Saat ini masih dirawat di inkubator RSUP dr Kariadi, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU NORMAL : Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan masih menunggu kondisi kesehatannya normal untuk menjalani operasi. Saat ini masih dirawat di inkubator RSUP dr Kariadi, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TUNGGU NORMAL : Bayi kembar siam berjenis kelamin perempuan masih menunggu kondisi kesehatannya normal untuk menjalani operasi. Saat ini masih dirawat di inkubator RSUP dr Kariadi, Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG-Bayi kembar siam perempuan hingga saat ini masih dirawat intensif di RSUP dr Kariadi. Namun pihak orang tua bayi, pasangan suami istri, Nuri Hasyim, 30, dan Sri Murti, 26, warga Dusun Nongkosawit, Desa Kentengsari, Temanggung, masih harus berjuang mencari sumber dana untuk membiayai operasi pemisahan yang diperkirakan menelan Rp 500 juta.

“Dari dokter RS PKU Muhammadiyah Temanggung dikasih gambaran umum bahwa biaya operasi bisa mencapai Rp 500 juta. Bilangnya seperti itu,” kata orang tua bayi kembar siam, Nuri Hasyim kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (27/2) kemarin.

Pihaknya juga belum mengetahui jumlah dana yang dibutuhkan untuk operasi pemisahan bayi kembar dari pihak RSUP dr Kariadi. Saat ini, pihak RSUP masih melakukan perawatan intensif untuk menormalkan kondisi kesehatan bayi kembar siam perempuan tersebut.