Perlu Asah Mental

Pra-PON Atasi PSIS 1-0

429

Kemudian di babak kedua, Anjar kembali menjajal skema alternatif mereka yaitu 4-4-2 dengan menurunkan duet striker Kukuh Pramuyudha dan Solikul Islam. Dalam laga sore kemarin Pra-PON Jateng juga kembali diperkuat bek sayap Bali United, Ricky Fajrin yang turun di babak kedua.

Hanya saja, Anjar mengakui masih ada beberapa evaluasi. Termasuk masalah mental bertanding beberapa pemain mereka seperti Riswandani yang masih demam panggung ketika turun di bawah tekanan ratusan suporter PSIS yang memadati Stadion Jatidiri. “Termasuk anak-anak masih merasa sungkan ketika berhadapan dengan pemain senior. Hal itu tidak boleh terjadi lagi di Pra-PON besok. Anak-anak harus tampil habis-habisan di setiap pertandingan,” sambung Anjar.

Sementara di kubu PSIS, juru taktik mereka, Eko Riyadi mengakui, kondisi fisik pemainnya menjadi kendala utama dalam laga kemarin. Persiapan yang hanya tiga hari tidak cukup maksimal mendongkrak performa M Yunus dkk. “Sangat terasa dengan persiapan yang hanya tiga hari, kondisi anak-anak tidak bisa maksimal. Namun hal ini kami harapkan bisa menjadi awal yang baik bagi PSIS untuk menatap kompetisi musim ini,” beber Eko.

Setelah melakoni uji coba versus PSIS kemarin, Soni Setiawan dkk akan kembali bertarung diStadion Jatidiri Minggu (28/2) malam. Kali ini skuat Jateng akan menghadapi tim sepak bola PPLP Jateng. Dalam uji coba kemarin juga menjadi uji coba yang cukup special bagi Soni Setiawan dkk menyusul bergabungnya head coach Firmandoyo di bench pemain. Pelatih asal Semarang itu mulai pulih dari kondisinya usai mengalami kecelakaan lalu-lintas beberapa waktu yang lalu. “Pak Firmandoyo memang belum bisa mengawal tim secara penuh karena kondisinya masih dalam pemulihan. Namun kami harap situasi ini bisa menjadi awal yang baik bagi come back-nya beliau di tim Jateng,” sambung asisten Manajer Jateng, Eko Wahyudi. (bas/smu)