Dukung Karimunjawa Jadi KEK

428

SEMARANG – Dorongan untuk menjadikan Karimunjawa sebagai kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata terus muncul. Selain DPRD Jawa Tengah, Asosiasi Biro Perjalanan Wisata (Asita) Jawa Tengah mendukung sepenuhnya untuk meningkatkan destinasi wisata di Karimunjawa.

Ketua Asita Jawa Tengah, Joko Suratno mengatakan, secara geografis dan kultur masyarakatnya, Kepulauan Karimunjawa mendukung untuk dijadikan KEK pariwisata. Dengan dijadikan KEK pariwisata, konsep pengelolaan nantinya bisa disesuaikan dengan keinginan masyarakat setempat serta tetap menjaga kelestarian alamnya. ”Kami sangat mendukung. Dengan begitu, eksotisme wisata bisa benar-benar tergarap dengan maksimal,” katanya.

Dengan konsep tersebut, pengelolaan Kepulauan Karimunjawa akan lebih fokus dan tertata. Sebab, diakui potensi wisata di Karimunjawa sangat besar dan tidak kalah dibandingkan Bali atau Lombok. Alamnya begitu indah, dengan lokasi yang pas dan memiliki daya tarik besar. ”Pengemban menjadi kawasan pariwisata ekowisata ini diperlukan agar tidak merusak keindahan alamnya. Jika ini benar-benar digarap saya yakin banyak wisatawan luar negeri yang tertarik,” ujarnya.

Meski begitu, untuk menjadikan kawasan KEK tersebut tidaklah mudah. Tidak hanya pemprov, tapi masyarakat dan seluruh elemen harus bisa sepenuhnya mendukung. Sebab, tanpa adanya dukungan itu sulit untuk mengoptimalkan wisata di Karimunjawa. ”Ini tidak langsung terlihat, butuh proses. Tapi jika digarap nanti hasilnya pasti bisa mengangkat nama Jateng,” tambahnya.

Ketua Komisi B DPRD Jawa Tengah, Chamim Irfani menilai jika Karimunjawa digarap bagus bisa mengalahkan wisata di Bali atau Lombok. Syaratnya jika dikelola secara khusus dengan menjadikan Karimunjawa sebagai KEK pariwisata. Ini juga diatur dalam UU nomor 39/2009 tentang KEK yang salah satunya berisi aturan tentang kawasan khusus pariwisata. ”Sebenarnya potensinya kan besar, tapi karena pengelolaan tidak satu pintu akhirnya ya tidak tergarap bagus,” katanya. (fth/ric/ce1)