Terkendala Bahan Baku

326

SEMARANG – Pemerintah diminta menjamin ketersediaan bahan baku dan pemasaran produk mebel. Keterbatasan bahan baku dan pemasaran selama ini menjadi kendala bagi produsen mebel untuk bersaing di pasar luar negeri, terutama di Eropa.

Keluhan pada produsen mebel tersebut dilontarkan saat para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) bertemu dengan anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah. Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah Dede Indra Permana Soediro mengungkapkan salah satu bahan baku yang sulit dicari adalah rotan. Rotan selama ini harus didatangkan dari luar Jawa. Dia berharap pemerintah bisa menjamin ketersediaan rotan, jangan malah mengekspor rotan mentah ke luar negeri. ”Sebab ketersediaan rotan bagi industri mebel dalam negeri saja masih kurang,” kata politisi PDIP ini.

Menurutnya, saat ini pasar mebel sedang bagus. Kualitas produk furnitur Jawa Tengah juga terbilang unggul sehingga mampu bersaing di pasar luar negeri. Dia berharap pemerintah memberikan insentif seperti fasilitas kredit lunak, dan bantuan alat kerja. ”Saya melihat para pengusaha UMKM ini menjadi fondasi ekonomi daerah. Apalagi mebel juga menjadi salah satu industri andalan Jawa Tengah,” paparnya.

Pemerintah juga bisa memfasilitasi para produsen melalui pameran yang digelar di dalam maupun luar negeri. Juga melalui keringanan pajak. ”Misalnya difasilitasi pameran di Eropa karena pasar di sana cukup besar. Ini bisa membangkitkan pasar mebel lokal,” tandasnya. (ric/ce1)