Stroke, Anggota DPRD Jateng Meninggal

717
LEPAS SANG KIAI: Para petakziah saat mengantarkan jenazah KH Syamsul Maarif ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, kemarin. Inzet: KH Syamsul Maarif. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS SANG KIAI: Para petakziah saat mengantarkan jenazah KH Syamsul Maarif ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, kemarin. Inzet: KH Syamsul Maarif. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS SANG KIAI: Para petakziah saat mengantarkan jenazah KH Syamsul Maarif ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, kemarin. Inzet: KH Syamsul Maarif. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LEPAS SANG KIAI: Para petakziah saat mengantarkan jenazah KH Syamsul Maarif ke peristirahatan terakhir di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, kemarin. Inzet: KH Syamsul Maarif. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Kabar duka kembali datang dari Gedung DPRD Jateng. Salah satu wakil rakyat, KH Syamsul Maarif, meninggal dunia akibat sakit stroke, Selasa (23/2) malam sekitar pukul 22.30. Sebelum meninggal, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini sempat dua pekan dirawat di RS Telogorejo, Semarang. Jenazahnya langsung dikebumikan di kompleks pemakaman Bukit Jabal Mubarok, Desa Kutoharjo, Kaliwungu-Kendal, Rabu (24/2) kemarin.

Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), Hendry Wicaksono, mengaku terkejut dengan meninggalnya pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Hidayah Pungkuran, Kaliwungu tersebut. Kiai Syamsul Maarif meninggal saat masih menjalani perawatan di RS Telogorejo Semarang. ”Kami semua turut berduka cita atas meninggalnya beliau. Memang sudah beberapa hari dirawat,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Kiai Syamsul yang duduk di Komisi A DPRD Jateng merupakan politisi senior. Dia sudah menjabat tiga periode di DPRD Jateng, dan sebelumnya satu periode di DPRD Kendal. ”Saya tidak hafal usianya, tapi mendekati 60-an,” ujar anggota Komisi C ini.