DBD Mewabah, RSUD Overload

626
MEWABAH: Sejumlah anak penderita demam berdarah dengue dirawat di RSUD Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH: Sejumlah anak penderita demam berdarah dengue dirawat di RSUD Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH: Sejumlah anak penderita demam berdarah dengue dirawat di RSUD Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MEWABAH: Sejumlah anak penderita demam berdarah dengue dirawat di RSUD Kota Semarang, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Penyakit demam berdarah dengue (DBD) semakin mewabah di Kota Semarang. Korban penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti ini terus berjatuhan. Akibatnya, sejumlah rumah sakit mengalami overload pasien DBD. Salah satunya RSUD Kota Semarang.

Direktur Utama RSUD Kota Semarang, Susi Herawati, mengakui, pasien DBD sejak Januari sampai akhir Februari 2016 mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sudah 340 pasien DBD dirawat di rumah sakit tersebut, yang didominasi anak-anak yang tinggal di Tembalang.

Peningkatan pasien DBD tersebut terlihat di ruang instalasi gawat darurat (IGD) RSUD yang dipenuhi pasien anak-anak. Selain itu, tiga ruang di Gedung Irna kelas III juga penuh dengan anak-anak pasien demam berdarah dan diare.