Alex Janji Pentingkan Rakyat, Bukan Penghargaan

354
KOORDINASI : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengumpulkan semua SKPD sampai lurah untuk melakukan koordinasi awal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOORDINASI : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengumpulkan semua SKPD sampai lurah untuk melakukan koordinasi awal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOORDINASI : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengumpulkan semua SKPD sampai lurah untuk melakukan koordinasi awal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
KOORDINASI : Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Djunaid mengumpulkan semua SKPD sampai lurah untuk melakukan koordinasi awal. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Wali Kota Pekalongan, Alf Arslan Junaid atau akrab disapa Alex akan mementingkan kebutuhan rakyatnya, dibanding mengejar penghargaan. Hal tersebut disampaikan saat bertemu dengan seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seluruh Kota Pekalongan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) terkait program kerja ke depan, di Ruang Jatayu Kompleks setda Kota Pekalongan, Senin (22/2) kemarin.

“Kami sengaja mengundang semua SKPD untuk mengarkan visi misi ke depan. Serta untuk menyesuaikan janji kampanye kami agar bisa terlaksana,” tegas Alex.

Selama kampanye, dirinya yang langsung turun ke masyarakat, banyak menerima masukan dan harapan. Untuk itu, akan disikonkronisasikan dengan dana, waktu serta prioritasnya. “Segala permasalahan akan kami inventarisasi, kemudian kami saring dulu. Disesuaikan dengan kepentingan mana yang utama dan yang baru,” ucapnya.

Pertemuan seperti ini, menurutnya minimal akan digelar sebulan sekali sebagai sarana berbagi informasi program dan solusi. Terlebih dengan konsep Brayan Urip, maka tugas wakil wali kota akan dihidupkan, terutama tugas pengawasan camat dan lurah.

“Tidak usah tengok ke belakang. Coba kita perbaiki, jangan mementingkan penghargaan. Terutama yang bersifat mercusuar. Karena saat saya tanya ke warga mereka tidak tahu. Selain itu, tidak berefek ke warga,” ucap Alex.

Untuk itu, ke depan akan fokus ke masyarakat. Terutama, program kembalikan logo dan kelurahan, itu bukan hal yang gampang. Namun karena 81 persen warga ingin kembali, harus diperjuangkan.

“Saya tahu tidak mudah, tapi saya ingin kembalikan logo dan kelurahan,” kata wali kota yang di seragam dinasnya masih menggunakan logo Kota Pekalongan yang lama. (han/ida)