Saling Ngotot Tetap pada Tuntutan dan Pembelaan

443

MANYARAN – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah tetap bersikukuh mempertahankan dakwaan dan tuntutannya, jika dua terdakwa perkara dugaan korupsi proyek pembangunan kolam Retensi Muktiharjo Kidul, Pedurungan, Semarang 2014 yakni Handawati Utomo selaku Direktur dan Tri Budi Purwanto MT selaku Komisaris pada PT Harmoni International Technology (HIT) terbukti bersalah melanggar dakwaan subsider Pasal 3 Jo Pasal 18 UU nomor 31/ 1999 sebagaimana diubah dan ditambah UU nomor 20/ 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 kesatu KUHP.

Hal itu disampaikan JPU, Slamet Widodo dalam sidang beragendakan replik atas pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya di Pegadilan Tipikor Semarang, Senin (15/2). Selain itu, JPU juga menyatakan tetap pada tuntutan yang menjatuhkan pidana terhadap keduanya selama 2 tahun penjara serta pidana denda Rp 200 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Menanggapi 5 garis besar pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya, JPU menilai untuk poin kekurangan bayar sebesar Rp 1.362.223.285 yang meminta dibayarkan ke para terdakwa dan poin jaminan pemeliharaan sebesar Rp 1.636.350.000 untuk segera dicairkan merupakan bukan kewenangan JPU untuk menanggapinya. ”Untuk poin 1 dan 2 tersebut tidak akan kami tanggapi karena permohonan para terdakwa bukan kewenangan kami, untuk itu kami tidak akan menanggapinya,” kata JPU Slamet Widodo di hadapan majelis hakim yang dipimpin, Andi Astara SH MH.

Atas replik tersebut, secara langsung kuasa hukum kedua terdakwa langsung menanggapinya dengan mengajukan duplik yang sudah disiapkan. Dalam dupliknya, penasihat hukum terdakwa, Heber Sihombing menyatakan keberatan dan menolak dasar-dasar dan uraian surat dakwaan, tuntutan serta tanggapan (replik) dari JPU. Menurutnya hal tersebut tidak sesuai prinsip-prinsip dan teori hukum pidana serta hukum acara pidana. ”Dalam persidangan juga telah ditemukan fakta-fakta hukum sebagaimana yang telah kami sampaikan dalam pembelaan. Kami juga tetap pada pembelaan yang pernah kami sampaikan sebelumnya,” kata Heber Sihombing SH didampingi Irfan Imanuel. (jks/zal/ce1)