Pengundian Lapak Molor, Dinas Pasar Tak Konsisten

Relokasi Pasar Johar di MAJT

312

SEMARANG – Kalangan DPRD Kota Semarang menilai Dinas Pasar tidak konsisten dalam melakukan relokasi pedagang Pasar Johar ke tempat penampungan sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah molornya proses pengundian lapak.

”Dari tanggal 20 (Januari) yang ditargetkan, hingga saat ini belum selesai. Ini menunjukkan inkonsistensi pemerintah yang dikhawatirkan menimbulkan masalah baru,” ungkap Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (4/2).

Ia menjelaskan, pengundian lapak pedagang di tempat relokasi sementara semula direncanakan hanya berlangsung lima hari, yakni 11-15 Januari 2016. Namun ternyata dalam pelaksanaannya molor, hingga membuat rencana pindahan yang dijadwalkan ikut molor.

”Dinas Pasar semestinya konsisten dengan apa yang sudah ditargetkan karena menangani persoalan pasar tradisional menyangkut kepentingan banyak orang,” katanya.

Ditambahkan dia, para pedagang sebelumnya telah merasa dirugikan dengan pembuatan lapak yang hanya berukuran 1 x 2 meter persegi. Meskipun hal itu diklaim Dinas Pasar hanya sebagai faktor pembagi, namun tetap merugikan bagi pedagang yang hanya mendapatkan satu lapak. ”Dari perencanaan saja terlihat tidak matang. Terkesan buru-buru dan asal-asalan,” sambung politikus PDIP itu.

Tak hanya itu saja, lanjut dia, pedagang nantinya juga diminta untuk mempersiapkan lapak sendiri sebelum ditempati. Baik itu fasilitas untuk berjualan maupun instalasi listrik yang dibutuhkan. Ia khawatir nantinya akan ada masalah baru lagi jika dalam pengaturannya tidak transparan. ”Masyarakat akan merasa seolah-olah ada permainan. Ini yang harus kita antisipasi,” tandasnya.

Supriyadi berharap para pedagang Pasar Johar yang telah mengalami kesusahan akibat kebakaran untuk tidak dibuat susah lagi. Karenanya, ia meminta para aparatur sipil negara di lingkungan Kota Semarang memiliki kemauan yang sungguh-sungguh untuk mengabdi. ”Selama ini saya melihat masih banyak yang berorientasi pada proyek,” tegasnya.