Siapkan Ruang Isolasi Virus Zika

255

KENDAL—Mewaspadai masuk dan merebaknya Virus Zika, Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Dr. Suwondo Kendal, mulai menyiapkan ruang isolasi. Hal tersebut mengingat virus yang disebarkan melalui nyamuk tersebut sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya.

Direktur RSUD dr. Suwondo Kendal, Sri Mulyani mengatakan tindakan antisipasi tersebut juga melihat meningkatnya penderita demam berdarah (DB) di Kabupaten Kendal selama tiga tahun terakhir ini. “Kami siapkan ruang isolasi khusus antisipasi jika ada warga yang tejangkiti virus Zika,” tandasnya.

Ruang isolasi yang dipersiapkan merupakan bekas ruang untuk ruang isolasi penderita flu burung. Tapi pihaknya meyakinkan ruang tersebut masih steril, mengingat ruangan belum terpakai sama sekali oleh penderita flu burung.“Ruang isolasi, ini sengaja kami siapkan untuk memproses pembakaran negatif virus. Tujuannya virus Zika tidak menyebar atau menular ke pasien lainnya atau warga lainnya,” jelas Sri Mulyani.

Mulyani berpesan kepada masyarakat, supaya waspada penyakit tersebut. Sebab dari kabar yang didapatnya, virus ini sudah masuk di Indonesia. “Virus itu bisa menular ke tubuh manusia lewat gigitan nyamuk aides aigepti, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD). Jadi harus waspada terhadap serangan nyamuk,” tambahnya.

Mulyani berharap, tidak ada satupun masyarakat Kendal yang terkena virus Zika. Meskipun angka penderita demam berdarah di Kabupaten Kendal, tiga tahun terakhir ini terus meningkat. 2013 ada 559 penderita, 9 diantaranya meninggal dunia, jumlah tersebut meningkat menjadi 568 penderita, 6 diantaranya meninggal dunia pada tahun 2014. Sedang pada tahun 2015, meningkat menjadi 656 penderita, dan 9 diantaranya meninggal dunia. “Mencegahnya dengan 3 M. Menguras tempat-tempat penampungan air secara rutin, mengubur benda-benda yang tidak perpakai yang bisa menjadi sarang nyamuk, dan menutup tempat-tempat penampungan air ” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kendal, Widodo M Sutomo menjelaskan, gejala penyakit virus ZikA umumnya sama persis dengan gejala peyakit demam berdarah. Yakni demam dan sakit kepala, bintik merah, mata memerah, nyeri otot dan nyeri sendi.

Awal virus memasuki tubuh, rasa sakit biasanya tergolong ringan. Gejalanya berlangsung beberapa hari atau satu minggu. Masa inkubasi berkembangbiaknya antara 3-12 hari. “Penularannya pun sama denan demam berdarah, yakni melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Hanya saja hasil cek laboratorium yang berbeda,” katanya. (bud/zal)