Diterjang Puting Beliung, 7 Rumah Rusak Parah

405
RUSAK-Anggota Kodim 710 Pekalongan dan BPBD sedang memperbaiki rumah milik Wasniah yang rusak diterjang angin puting beliung di Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK-Anggota Kodim 710 Pekalongan dan BPBD sedang memperbaiki rumah milik Wasniah yang rusak diterjang angin puting beliung di Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK-Anggota Kodim 710 Pekalongan dan BPBD sedang memperbaiki rumah milik Wasniah yang rusak diterjang angin puting beliung di Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUSAK-Anggota Kodim 710 Pekalongan dan BPBD sedang memperbaiki rumah milik Wasniah yang rusak diterjang angin puting beliung di Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, Selasa (2/2) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Diterjang angin puting beliung yang sangat besar di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, tujuh rumah mengalami rusak parah dan 18 rumah rusak ringan. Bahkan, dua rumah tak dapat dihuni karena sebagian temboknya roboh, yakni rumah milik Karnadi, 50, dan Jumari, 52, warga Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan. Tak hanya itu, puluhan pohon yang ada di sepanjang Jalan Desa Blacanan romoh dan tanaman padi yang baru berumur dua bulan rusak.

Musibah angin puting beliung bermula saat hujan deras yang turun sejak pagi hingga malam hari. Namun Senin (1/2) malam pukul 20.30, tiba-tiba terdengar bunyi angin puting beliung yang sangat kencang dan langsung merobohkan sebagian tembok rumah milik Karnadi, 50, warga Dukuh Cokrah, Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan.

Akibatnya Karnadi mengalami luka serius di punggung dan kepala, karena tertimpa sebagian kayu atap pada kepala dan punggung tertimba batu bata dari tembok kamar tidur yang berada di belakang.
“Saat kejadian, pada hari Senin malam (1/2) kemarin, saya masih di dapur. Tiba-tiba atap rumah terangkat dan roboh, sebagian mengenai kepala dan punggung,” ungkap Karnadi yang saat ini menetap di rumah Junadi, adik kandungnya.