Rudenim Semarang Over Kapasitas

196
Heri Johnhard (JOKO SUSANTO)
Heri Johnhard (JOKO SUSANTO)
Heri Johnhard (JOKO SUSANTO)
Heri Johnhard (JOKO SUSANTO)

SEMARANG – Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Semarang mengalami overload penghuni. Pasalnya, ruangan yang idealnya hanya untuk menampung 60 orang, kini harus diisi 125 orang imigran gelap dan pencari suaka dari beberapa negara. Namun imigran ini hanya menjadikan Indonesia sebagai negara transit, sebelum akhirnya mengadu nasib ke negara impiannya, Australia.

”Seharusnya cuma layak diisi 60 orang, tapi sekarang membeludak menjadi 125 orang. Jadinya mereka (imigran, Red) harus umpet-umpetan. Bahkan beberapa di antaranya ditemukan imigran yang negaranya sedang terancam konflik,” kata Kepala Rudenim Semarang, Heri Johnhard, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (31/1) kemarin.

Heri menjelaskan bahwa imigran yang ketangkap, kali pertama akan diperiksa apakah mereka masuk kriteria sebagai pengungsi atau pencari suaka. Salah satu indikatornya bisa dilihat asal negaranya, apakah benar berasal dari negara konflik atau tidak.

”Misalnya dari Afganistan. Tak semua dari sana bisa dikategorikan pengungsi. Afganistan Utara atau Selatan itu beda. Ada yang memang konflik, ada yang aman-aman saja,” ujarnya.