Ratusan Warga Geruduk Kantor PT KIK

461
PROTES: Warga Kaliwungu dan Brangsong berunjuk rasa di depan kantor PT KIK di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Warga Kaliwungu dan Brangsong berunjuk rasa di depan kantor PT KIK di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Warga Kaliwungu dan Brangsong berunjuk rasa di depan kantor PT KIK di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PROTES: Warga Kaliwungu dan Brangsong berunjuk rasa di depan kantor PT KIK di Jalan Arteri Soekarno-Hatta Kaliwungu, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Dinilai merugikan dan memonopoli harga tanah, PT Kawasan Industri Kendal (KIK) mendapat aksi protes dari ratusan warga Kaliwungu dan Brangsong. Rabu (27/1) kemarin, ratusan warga yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Kendal Bangkit berunjuk rasa di depan kantor PT KIK di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Kaliwungu.

Aksi unjuk rasa ini sempat membuat jalur Pantura mengalami kemacetan. Pasalnya, warga nekat memadati jalan dengan berjalan kaki melawan arah di Jalur Pantura Kaliwungu. Dengan membawa baliho ukuran besar, dan sejumlah spanduk serta poster berisikan protes, warga meneriakkan jika KIK adalah penjajah.

Salah satu perawakilan pengunjuk rasa, Rusmono Rudi Nuryawan, mengatakan, jika proyek pembangunan kawasan industri telah memakan banyak lahan pertanian dan lahan tambak yang tergolong masih produktif. Selain itu, banyak tanah bengkok (bondo desa) menjadi korban urugan, karena menjadi akses dump truk yang melakukan pengurugan. Hal itu bahkan dilakukan tanpa ada kesepakatan dari pihak desa atau warga setempat.