Polres Deteksi Jaringan ISIS dan Gafatar

Data Warga yang Ngontrak dan Indekos

312

Kapolres mengungkapkan, untuk menangkal berbagai aliran garis keras atau radikal di tanah air, kepolisian terus melakukan upaya antisipasi dan pencegahan. Selain itu, masih menunggu diterbitkannya UU terorisme agar bisa dilakukan tindakan yang lebih tegas.

Menurutnya, propaganda yang dilakukan ISIS dan gerakan radikal lainnya di media sosial sulit dibendung. Karena itu, para pelajar diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh bujuk rayu aliran garis keras tersebut. Selain mengantisipasi gerakan ISIS dan Gafatar, polisi juga memantau aliran Syiah yang ada di wilayah Demak.

Di Desa Prampelan, Kecamatan Sayung ada sekitar 40 anggota jamaah dan di Desa Margolinduk, Kecamatan Bonang ada sekitar 30 jamaah Syiah. Kemudian, di Demak Kota ada 2 keluarga.

Seperti diketahui, aliran Syiah tersebut juga menjadi sasaran ISIS, sehingga mereka juga mendapat perlindungan. “Syiah di Demak tidak ada masalah,”ujarnya. Yang jelas, kata kapolres, meski masih steril, jajaran kepolisian di Demak tetap mewaspadai gerakan ISIS. Sebab, pada awal ramai-ramainya ISIS, di Demak terdapat pemasangan bendera ISIS, tepatnya di RT 2 RW 2 Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, serta pemasangan bendera di kawasan PT DDST Sayung.

“Kita waspadai sel sel jaringan ISIS yang kemungkinan menyasar wilayah Demak. Ini juga karena Bahrun Naim pelaku bom di Jakarta beberapa waktu lalu sebelumnya juga pernah singgah di Demak. Bahkan, Bahrun diduga membawa lari Siti Lestari, warga Dukuh Cangkring, Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota ke Syiria,”jelasnya.

Selain ISIS dan Gafatar, polisi juga terus memantau kelompok Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) di Sayung.

Kasat Binmas Polres Demak AKP MK Budiono menambahkan, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai pihak termasuk Kementerian Agama (Kemenag) untuk memantau para pelajar yang berprilaku nyeleneh atau tidak wajar. Mereka akan didata dan perlu diwaspadai. “Ideologi anak-anak seusia pelajar ini kan macam-macam. Mereka demikian karena tidak ada teladan dari orang tua saat dirumah sehingga mereka mencari jatidiri sendiri,”katanya. (hib/aro)