Lelang Proyek Pembangunan Infrastruktur 2016 Lebih Awal

379

DEMAK- Pemkab Demak segera melaksanakan proses lelang proyek 2016 pada Januari ini. Ini dilakukan lebih awal agar proyek pembangunan, utamanya infrastruktur dapat segera dilaksanakan. Selain lelang, juga telah dipersiapkan rencana umum pengadaan dan survei lapangan. Karena itu, ditargetkan awal Februari mendatang sudah dapat dilaksanakan proses pengadaan.

Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, Pertambangan dan Energi (DPUPPE) Pemkab Demak, Doso Purnomo mengatakan, proses lelang dijalankan lebih awal karena penetapan APBD 2016 juga telah dilakukan lebih awal. Tak hanya itu, pencairan dana proyek juga bisa dilakukan lebih cepat. Ini setelah dibuat regulasi pendukung termasuk peraturan bupati (perbup). Untuk pekerjaan yang selesai, maka dua bulan harus sudah dimintakan pembayaran. Dengan demikian, pembayaran tidak menumpuk diakhir tahun. “Ini untuk menghindari penumpukan kegiatan diakhir tahun. Saya kira ini lebih baik agar tidak kepontal-pontal diakhir tahun,” katanya, kemarin.

Menurutnya, proses pembangunan infrastruktur dijalankan lebih awal diantaranya juga mengacu hasil evaluasi tahun sebelumnya. Pada 2015 lalu, sempat dikhawatirkan ada pembangunan gedung yang tidak selesai. Namun, setelah dilembur akhirnya gedung tersebut bisa diselesaikan 100 persen. “Alhamdulillah pembangunan 2015 lalu semua bisa selesai. Hanya satu kegiatan yang tidak dilaksanakan, yaitu perluasan lahan tempat pembuangan akhir (TPA) Kalikondang, kecamatan Demak Kota,” katanya.

Ini terjadi lantaran ada kendala harga tanah yang telah ditentukan sebelumnya. Total anggaran yang disiapkan pemkab sebelumnya mencapai Rp 3 miliar. Dari nilai itu, pemkab sebelumnya telah menentukan harga tanah sebesar Rp 159 ribu per meter. Namun, warga Kalikondang meminta harga Rp 600 ribu permeter. “Karena tidak ada titik temu, akhirnya perluasan TPA Kalikondang tersebut dibatalkan. Sedangkan, anggaran yang tidak terserap itu masuk silpa,” ujarnya.

Karena dibatalkan, maka pengadaan tanah untuk perluasan TPA Kalikondang itu tidak akan dilanjutkan. Yang bisa dilakukan Pemkab tahun ini adalah hanya melengkapi fasilitas mesin pengolah sampah dan pagar. “Untuk TPA Kalikondang kita tempatkan 2 mesin pengolah sampah. Selebihnya, 1 mesin lagi untuk TPA Candisari Mranggen dan 1 mesin untuk TPA yang akan dibangun di Desa Ngawen, Kecamatan Wedung,”katanya.

Sebaliknya, tahun ini DPUPPE menganggarkan Rp 2 miliar untuk pelebaran TPA Candisari Mranggen. Meski demikian, upaya itu masih menunggu persetujuan kades setempat. “Ini untuk antisipasi agar tidak geger,”ujarnya. (hib/zal)