Sebulan 78 Kasus DBD, Satu Meninggal

210

KENDAL—Warga Kendal diminta waspada terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pasalnya di musim penghujan ini, penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti tersebut mulai meraja lela hampir di setiap daerah di Kendal. Dari data Dinas Kesehatan Kendal, tercatat selama dua bulan terakhir ada 78 warga terkena penyakit DBD. Satu diantaranya tidak tertolong alias meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Dinas Kesehehatan Kendal, Ariani Wardiati mengatakan data tersebut didapat dari laporan dari masing-masing puskesmas dan rumah sakit daerah. Dia berharap masyarakat bisa berperilaku hidup sehat.

Yakni dengan cara membersihkan lingkungan sekitarnya agar tidak menjadi sarang-sarang nyamuk. Selain itu melakukan 3M, yakni menguras secara rutin tempat penampungan air, menutup dan membersihkan lingkungan dan tempat-tempat yang dapat menjadi sarang berkembangnya nyamuk. Dan mengubur tempat-tempat yang dapat dijadikan tempat penampungan air. “Karena dengan berpola hidup sehat ini nyamuk tidak akan bersarang ditempat-tempat yang gelap dan lembab. Sehingga nyamuk tidak berkembang jadi penyakit DB hilang dengan sendirinya,” tandasnya, Rabu (13/1).

Humas RSUD dr Soewondo Kendal, Endang Setyorini mengatakan jika saat ini jumlah penderita DB yang masih tersisa di rumah sakitnya ada tiga orang. Pasien tidak masuk bebarengan, melainkan silih berganti dari desa-desa.

Sebagian besar pasien yang terserang DBD ini, mengaku awalnya hanya pusing kepala disertai demam dan mual-mual. Bahkan rata-rata penderita demam berdarah ini ketika mengalami gejala demam berdarah tidak langsung pergi ke puskemas ataupun ke rumah sakit. “Melainkan sudah masuk fase parah mereka baru pergi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan,” ujarnya.

Humas Rumah Sakit Islam (RSI) Weleri, Farid Hermawan menyatakan pasien DBD mengalami peningkatan drastis sejak awal Desember lalu. Hingga saat ini terhitung ada sekitar 30 pasien penderita DB.

Dokter anak RSI Weleri, Kendal Dwi Laksmi mengatakan, ada peningkatan jumlah pasien DBD mulai Desember dan hingga pertangahan Januari 2016 ini. Makanya ia mengimbau untuk melalukan pencegahan dengan membiasakan 3M.“Sebab nyamuk berkembang biak di air yang menggenang dan tidak mengalir. Jika terjadi demam yang tidak turun-turun, segera periksakan ke dokter atau puskesmas terdekat,” jelasnya.

Selain itu, ia meminta jangan membrantas nyamuk dengan pengasapan atau fogging. Hal itu justru akan membahayakan manusia karena asap sangat berbahaya dan beracun. “Pengasapan hanya mengusir nyamuk, tidak membrantas dari akarnya. Jika tidak mati karena asap, justru nyamuk menjadi kebal dan berbahaya,” tambahnya. (bud/zal)