TV Pengaruhi Kekerasan terhadap Anak

301
INGATKAN PENGARUH BURUK: Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto saat melakukan kampanye cinta anak di Sekolah Nusaputera, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGATKAN PENGARUH BURUK: Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto saat melakukan kampanye cinta anak di Sekolah Nusaputera, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGATKAN PENGARUH BURUK: Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto saat melakukan kampanye cinta anak di Sekolah Nusaputera, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INGATKAN PENGARUH BURUK: Pemerhati anak, Seto Mulyadi atau Kak Seto saat melakukan kampanye cinta anak di Sekolah Nusaputera, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Meningkatnya kasus kekerasan yang dialami anak diakibatkan oleh tayangan televisi yang kurang mendidik. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi atau yang akrab disapa Kak Seto usai mengisi kegiatan parenting di Sekolah Nusaputera Semarang, Senin (11/1).

”Berdasarkan data dari Kominfo, tayangan televisi yang dapat mendidik hanya 0,7 persen, sisanya berisi sesuatu yang tidak mendidik,” kata Seto. Merebaknya tayangan sinetron yang menyuguhkan cerita fiksi kurang mendidik juga memengaruhi tumbuh kembang mental anak.

”Saat ini saya tengah memilah beberapa tayangan yang kurang mendidik yang nantinya akan saya bawa ke KPI,” katanya. Tingginya angka kekerasan yang dialami oleh anak juga akan menghambat perkembangan bangsa Indonesia. Sebab kemajuan bangsa ditentukan oleh kualitas generasi penerus.