Turun Pesawat, dr Rica Langsung Dijemput Polisi

160

SEMARANG – Polisi akhirnya berhasil menemukan dr Rica Trihandayani yang sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya di Jogjakarta. Rica, bersama empat orang termasuk bayinya ditemukan saat berada di Kalimantan Barat bersama pria yang diduga perekrut dr Rica dan kawan-kawan yang menganut aliran Gafatar.

Rombongan dr Rica bersama balita dan pria tersebut langsung dijemput dengan pengawalan ketat aparat kepolisian ketika mendarat dengan menggunakan pesawat Trigana Air di Bandara Ahmad Yani, Senin (11/1) kemarin, pukul 12.30 dari Bandara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Menurut sumber di Bandara Ahmad Yani Semarang, dr Rica beserta anak balitanya tidak dijemput berdua, melainkan dengan tiga orang lain yang diduga sebagai pengikut aliran Gafatar.

”Ada lima orang yang dibawa oleh petugas kepolisian. dr Rica bersama anak balitanya yang digendong, satu orang laki-laki dan dua wanita memakai cadar beserta anaknya umur 5 sampai 7 tahunan,” ungkap sumber yang menolak disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (11/1) kemarin.

Saat turun dari pesawat, kelima orang tersebut menutupi kepalanya dengan handuk dengan pengawalan ketat empat orang anggota polisi berpakaian preman. ”Sementara tiga orang lainnya satu laki-laki, perempuan bercadar dan satu anak-anak yang diduga anak perempuan bercadar, berjalan kaki dengan pengawalan tiga anggota polisi lain melewati pintu VIP bandara,” katanya.

Seorang sumber juga mengungkapkan, laki-laki bersama rombongan dr Rica yang dijemput anggota Polda DIJ juga diborgol tangannya. Diduga laki-laki tersebut bertugas merekrut anggota Gafatar.

”Saya juga sempat menanyakan kepada anggota polisi, kenapa ada laki-laki yang diborgol. Dijawab, karena dia diduga kuat sebagai orang yang mencari sasaran (sebagai perekrut aliran Gafatar, Red),” jawab sumber menirukan anggota Polda DIJ.

Seluruh rombongan menutup wajahnya dengan pakaian, sehingga tak dapat dikenali bentuk mukanya. Pria yang diborgol itu mengenakan baju kotak-kotak kuning. Sementara, wanita bercadar warna krem membawa seorang balita berusia sekitar 5 sampai 7 tahun. ”Mungkin itu anaknya wanita yang pakai cadar,” imbuhnya.

Kelima orang itu kemudian dimasukan ke bus Brimob dengan iring-iringan mobil Patwal, mobil Avanza warna hitam dengan plat AB, bus Brimob dan di belakangnya dikawal mobil Gegana rombongan sekitar 13.15 meninggalkan Bandara Ahmad Yani Semarang menuju ke Polda DIJ. Sementara, para pewarta yang menunggu di tempat kedatangan umum, terkecoh semua. (mha/ida/ce1)