Legenda vs Vario, 2 Tewas, 1 Kritis

149

TEGALSARI – Kecelakaan dengan melibatkan dua kendaraan roda dua, yakni Honda Legenda dan Honda Vario terjadi di Jalan Sriwijaya, tepatnya di depan pintu masuk Taman Budaya Raden Saleh (TBRS), kemarin. Akibat insiden tersebut, dua orang meninggal dan satu orang dinyatakan kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang di lokasi kejadian, kecelakaan lalu lintas tersebut terjadi Rabu, (6/1) sekitar pukul 02.30 dini hari. Dua motor yang terlibat kecelakaan, yakni Honda Legenda hitam bernopol H 3272 TF dan Honda Vario warna putih bernopol AB 2549 XA.

Dua motor tersebut ringsek pada bagian depan bahkan roda kendaraan meletus akibat kerasnya benturan.

Seorang saksi mata di lokasi, Ayon, mengakui, kecelakaan tersebut terjadi ketika dirinya hendak menutup warung kucingan yang tidak jauh dari tempat kejadian perkara. Hanya saja, dirinya tidak mengetahui persis peristiwa tragis itu terjadi dan hanya mendengar suara ledakan keras.

”Pas kejadian jalan ini sangat sepi dan tidak ada orang yang tahu. Saya hanya mendengar suara keras, malahan saya kira trafo meledak. Saya dan dua pedagang lari menuju arah suara itu, ternyata ada sepeda motor tabrakan,” ujarnya.

Pedagang kelontong, Tri Subiyanto, mengatakan, setidaknya pada lokasi kejadian tabrakan tersebut terdapat tiga orang yang tergeletak di jalan. ”Satu orang tergeletak di jalan mengalami luka di wajah dan tubuhnya. Begitu petugas datang langsung digotong ke mobil dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

Satu jam setelah kejadian, petugas Sat lantas Polrestabes Semarang tiba di lokasi kejadian. Para korban kemudian dievakuasi, dibawa ke rumah sakit.

Perwira Unit II Laka Lantas Satlantas Polrestabes Semarang, Iptu Sumantri, mengatakan, kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia. Pengendara Honda Legenda yang diketahui bernama Dian Eko Prasetyo, warga Tandang RT 09 RW 10, Kecamatan Tembalang, meninggal dunia saat perjalanan ke RSUP dr Kariadi Semarang. ”Kalau pengendara Honda Vario AB 2549 XA meninggal dunia di TKP, identitasnya belum diketahui,” katanya. (mha/zal/ce1)