Dua Siswa SMK Dihakimi Massa

274
PELAKU PERAMPASAN: Dua pelaku perampasan dibekuk bersama barang bukti kejahatannya. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PELAKU PERAMPASAN: Dua pelaku perampasan dibekuk bersama barang bukti kejahatannya. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PELAKU PERAMPASAN: Dua pelaku perampasan dibekuk bersama barang bukti kejahatannya. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)
PELAKU PERAMPASAN: Dua pelaku perampasan dibekuk bersama barang bukti kejahatannya. (Agus Haryanto/Jawa Pos Radar Semarang)

MIJEN – Belum sempat menikmati barang hasil kejahatan, dua bocah pelaku perampasan yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Semarang babak belur dihakimi massa.

Kedua pelaku yakni berinisial YVS, 17, warga Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, dan DAZ, 16, warga Kumudasmoro Tengah. Keduanya babak belur dihakimi massa setelah melakukan aksinya di Jalan Raya Sidodadi tepat di samping kantor Direktorat Sabhara Polda Jateng, Kecamatan Mijen. Pelaku salah memilih jalan saat kabur dan terjebak ke dalam parit.

Aksi nekat dua remaja ini dilakukan, Senin, 28 Desember 2015 dengan bermodalkan sebilah parang modifikasi dan celurit. Pelaku merampas dompet sepasang kekasih yang sedang asyik duduk di pinggir jalan. ”Waktu itu jam 22.30 malam, saya yang turun dan menghampiri korban. Saya ancam menggunakan parang lalu dompetnya saya ambil,” kata YVS di Mapolsek Mijen, Selasa (5/1) Siang.

Setelah berhasil merampas dompet milik korban bernama Adisty, 21 warga Cangkiran Mijen, pelaku yang mencoba bergegas melarikan diri menggunakan sepeda motor Honda Mega Pro H 4808 GY, ke arah selatan, korban berteriak mencari perhatian untuk mendapatkan pertolongan. ”Sampai di pertigaan kami belok ke kanan. Ternyata buntu. Saya bukan orang sini makanya tidak tahu jalan,” imbunya.