Proyek Underpass Jatingaleh Turunkan Jumlah Pengguna Tol

633
KURANGI PENDAPATAN: Adanya proyek underpass di Jatingaleh membuat pengguna mobil dari arah Banyumanik memilih menggunakan jalur konvensional. Sebab, jika keluar Tol Jatingaleh dari arah Srondol, akan diarahkan naik ke Gombel dulu. (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI PENDAPATAN: Adanya proyek underpass di Jatingaleh membuat pengguna mobil dari arah Banyumanik memilih menggunakan jalur konvensional. Sebab, jika keluar Tol Jatingaleh dari arah Srondol, akan diarahkan naik ke Gombel dulu. (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI PENDAPATAN: Adanya proyek underpass di Jatingaleh membuat pengguna mobil dari arah Banyumanik memilih menggunakan jalur konvensional. Sebab, jika keluar Tol Jatingaleh dari arah Srondol, akan diarahkan naik ke Gombel dulu. (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KURANGI PENDAPATAN: Adanya proyek underpass di Jatingaleh membuat pengguna mobil dari arah Banyumanik memilih menggunakan jalur konvensional. Sebab, jika keluar Tol Jatingaleh dari arah Srondol, akan diarahkan naik ke Gombel dulu. (ADITYO DWI R/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PT Jasa Marga Semarang sedikit pesimistis mengenai peningkatan jumlah pemakai jalan tol. Jika tahun ini lalu lintas harian rata-rata 137.342 kendaraan per hari, atau naik cukup signifikan dari 2014 lalu yang mencapai 131.190 per hari, di 2016 mendatang, Jasa Marga Semarang hanya berani mamatok peningkatan sebesar 1,93 persen atau 139.988 per hari.

Pernyataan ini diungkapkan Deputy General Manager Jasa Marga Semarang Thomas Dwiatmanto, saat ditanya mengenai proyeksi 2016 mendatang. Thomas berdalih, ada beberapa faktor yang menyebabkan pihaknya tidak terlalu optimistis akan terjadi peningkatan jumlah pemakai jalan tol yang berarti meningkatkan pendapatan BUMN tersebut.

“Targetnya memang tidak muluk-muluk. Kendalanya di antaranya, proyek underpass di Jatingaleh membuat pengemudi memilih menggunakan jalur konvensional. Sebab, jika keluar Tol Jatingaleh dari arah Srondol, akan diarahkan naik ke Gombel dulu. Sementara yang dari bawah, jarang yang masuk tol lantaran jalur Gombel sudah jadi satu arah,” ucapnya.