Bondo MAS Akan Diganti Lahan Depan Masjid Kauman

193

GAYAMSARI – Persoalan ganti rugi bangunan rumah milik Soekarno yang terkena proyek jalan tembus Kartini-Gajah atau Jalan Jolotundo telah terbayarkan. Sedangkan penggantian lahan milik bondo Masjid Agung Semarang (MAS) masih menunggu rekomendasi dari Kementerian Agama (Kemenag) Pusat.

Kepala Bidang Pemanfaatan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Kota Semarang, Sukardi mengatakan, proses penggantian lahan ganti rugi milik warga tersebut sebelumnya alot, lantaran tidak adanya titik temu kesepakatan harga appraisal dengan pemilik bangunan. Pemkot sebelumnya juga akan menempuh jalur konsinyasi atau penitipan uang lewat Pengadilan Negeri.

”Sekarang sudah sepakat, ganti rugi sebesar Rp 663 juta sesuai dengan nilai appraisal. Uang sudah di bank, saat ini tinggal proses pencairan. Realisasi kesepakatan ganti rugi hari Senin (28/12) kemarin. Sedangkan penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pj Wali Kota,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (29/12).

Dia mengatakan, saat ini pelaksana proyek Jalan Jolotundo masih mengerjakan pemeliharaan jalan selama 6 bulan. Sedangkan pemeriksaan telah selesai dilakukan pada 28 Desember, dan pembangunan tahap tiga nanti adalah membangun saluran, namun belum dianggarkan. ”Pembangunan tahap tiga nanti rigit beton dan saluran. Kalau perataan bangunan rumah milik Pak Soekarno yang belum dibongkar dilakukan sekitar April 2016. Sebab, bangunan itu belum mengganggu, karena jalan masih cukup luas,” ujarnya.

Kepala Dinas Bina Marga Kota Semarang Iswar Aminnudin menambahkan, pembangunan Jalan Jolotundo telah selesai dikerjakan, dan sudah dibuka untuk umum. Namun untuk pembebasan lahan milik bondo MAS yang terkena proyek masih menunggu prosedur dari Kementerian Agama. ”Harapan kami, Kementerian Agama membantu menyelesaikan prosedur tukar guling lahan. Sebab, untuk lahan pengganti dalam proses tukar guling sebenarnya sudah ada,” katanya.

Pj Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto mengakui, persoalan ganti rugi lahan milik warga yang terkena dampak pembangunan Jalan Jolotundo sudah terjadi kesepakatan harga, dan sudah terbayarkan. Namun untuk penggantian lahan milik bondo MAS masih menunggu rekomendasi Kemenag Pusat. ”Lahan milik Pak Karno sudah terbayarkan, kalau ganti rugi milik bondo MAS sudah ada, yakni lahan di depan Masjid Kauman Johar. Namun masih menunggu rekomendasi dari Kemenang Pusat. Mudah-mudahan Rabu (30/12) besok (hari ini), rekomendasi sudah turun,” harapnya.

Pemilik bangunan rumah, Soekarno mengakui, harga ganti rugi penggantian lahan dan bangunan miliknya yang terkena proyek pembangunan Jalan Jolotundo telah disepakati oleh pemkot sebesar Rp 663 juta. ”Uang sudah kami terima, memang kami ingin adanya penghitungan ulang, karena masih ada bangunan kami yang belum terhitung,” ujarnya singkat.