Jelang Tahun Baru, Harga Ikan Naik

326
SEPI IKAN : TPI Wonokerto Pekalongan sepi ikan, karena para nelayan dengan kapal 15 GT belum berani melaut lantaran cuaca ekstrim. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SEPI IKAN : TPI Wonokerto Pekalongan sepi ikan, karena para nelayan dengan kapal 15 GT belum berani melaut lantaran cuaca ekstrim. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Lantaran permintaan ikan yang tinggi menjelang Tahun Baru 2016 dan hasil tangkapan ikan yang sedikit lantaran ombak tinggi, mendorong kenaikan harga ikan laut. Di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, harga ikan tongkol yang semula Rp 25 ribu/kg naik menjadi Rp 27 ribu hingga Rp 30 ribu/kg. Demikian pula dengan cumi-cumi naik antara Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu/kg dari semula yang hanya Rp 35 ribu/kg. Demikian juga dengan kepiting yang semula semula Rp 30 ribu, naik menjadi Rp 35 ribu/kg.

Menurut pengelola TPI Wonokerto, Afandi, 47, mengungkapkan bahwa ombak besar di perairan laut Jawa menjadi salah satu penyebab tidak melautnya para nelayan, meski permintaan dan harga ikan cukup tinggi. “Saat ini, cuaca masih ekstrim, nelayan belum melaut. Sehingga ikan yang dilelang di TPI masih sedikit, meski harga ikan sangat bagus karena tingginya permintaan,” jelas Afandi.

Sekretaris Paguyuban Pedagang Ikan, Mirwan, menjelaskan bahwa adanya liburan sekolah dan tahun baru, membuat rumah makan khususnya pedagang sea food semakin laris. Sehingga permintaan ikan naik tiga kali lipat, khususnya ikan jenis kakap, tongkol, udang dan cumi. Lantaran tingginya permintaan, para pengelola rumah makan, tidak lagi mempermasalahkan kenaikan harga.