Bulog Dilarang Beli Murah Padi Petani

265

SEMARANG–Bulog dilarang membeli hasil panen petani padi dengan harga murah. Namun dituntut mengendalikan sumber pangan tersebut dengan harga terjangkau bagi semua masyarakat, namun kualitas nasinya juga baik.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dalam pembukaan Rapat Koordinasi Penguatan Kemitraan Dalam Negeri 2016 di Semarang, kemarin. “Harga panen beras harus dijaga sehingga petani bisa berhitung berapa jumlah keuntungan dengan luas sawah mereka miliki. Dengan begitu, para petani akan mengerti jika pemerintah punya tanggung jawab atas hasil panen mereka,” tuturnya.

Ganjar menanting Bulog untuk memegang komitmen tinggi terhadap kesejahteraan petani. Terutama ketika harga panen rendah, Bulog justru membelinya dengan harga tinggi. Nantinya, Bulog baru melepas ke pasaran ketika harga beras mulai naik.

Baginya, Bulog bukanlah instansi bisnis beras. Harus kembali ke fungsi awal, yaitu mengendalikan harga sembilan bahan pokok. “Minimal tujuh bahan pokok. Kita harus melakukan kedaulatan pangan,” ucapnya.

Hal itu bukan sekadar wacana lantaran hasil panen beras di Jateng cukup tinggi. Data dari Dinas Pertanian Jateng tertulis, tahun 2015 ini Jateng mengalami surplus hingga 3,6 juta ton. Dengan jumlah itu, tidak menutup kemungkinan, jika Jateng mengekspor beras. Tapi, Ganjar mengimbau, surplus itu diutamakan untuk memasok daerah lain di Indonesia yang masih kekurangan stok beras. “Nantinya, Indonesia tidak lagi impor beras dari negara lain,” harap Ganjar.

Selain itu, Ganjar juga berharap agar Bulog bisa membuka kran komunikasi dengan masyarakat baik melalui media sosial maupun sambungan telepon. “Dengan begitu pengaduan-pengaduan dari masyarakat terkait beras dapat langsung diterima dan ditindaklanjuti,” tegasnya.

Kepala Bulog Divisi Regional Jateng, Usep Karyana menyatakan bahwa Jateng sebagai sentra produksi beras diharapkan bukan hanya mandiri tetapi juga dapat memberikan kontribusi kepada provinsi lain. “Kami juga berharap bisa melakukan ekspor. Utamanya Bulog harus bisa jadi jaminan pasar dan jaminan harga, khususnya untuk komoditas beras,” pungkasnya. (amh/ida)