Terkendala Tukar Guling Bengkok

Pembangunan Tol Bawen - Salatiga

276

SEMARANG – Pembangunan jalan tol Semarang-Solo (SS) untuk ruas Bawen-Salatiga (Seksi III) masih terkendala pembebasan lahan. Pasalnya, sebagian lahan yang akan dibebaskan adalah kas desa atau yang biasa disebut bengkok. Menurut Undang-Undang No 6 tahun 2014 tentang Desa, tanah bengkok harus tetap ada. Jika digunakan untuk jalan, harus ada mekanisme ruilslag (tukar guling).

”Saya sudah cek ke lapangan, sudah bertemu lurahnya juga. Problemnya ketika di desa tersebut sudah tidak ada tanah,” ungkap Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Jawa Pos Radar Semarang, Senin (21/12). Atas hal tersebut, ia mengaku telah meminta pemerintah pusat untuk dibuatkan legal opinion. Jika tidak dapat diganti dengan tanah di desa setempat, maka dapat diganti dengan tanah di luar desa atau luar kecamatan. ”Kalau enggak, ya diganti duit. kalau mau terima uang enggak apa-apa yang jelas tidak ada yang rugi. Kan, uang ini untuk kepentingan umum bukan pribadi,” imbuhnya.

Pernyataan tersebut diperkuat Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sri Puryono. Ia mengatakan, pembebasan lahan berupa kas desa yang terkena proyek pembangunan jalan tol Bawen-Salatiga membutuhkan izin dari kepala daerah dan persetujuan anggota DPRD Kabupaten setempat. ”Pembebasan lahan berupa tanah kas desa agak susah karena di aturan main itu sifatnya nilai, bukan luasannya. Nilainya minimal harus sama dengan yang akan dibebaskan,” katanya.

Kendati demikian, Sri mengaku tetap optimistis pembangunan jalan tol seksi III selesai pada November 2016 mendatang. Sehingga dapat digunakan untuk arus mudik Lebaran 2016. Menurutnya, uang pembebasan lahan telah disediakan. Hanya saja, dengan adanya UU Desa tersebut dirasa sedikit merepotkan. ”Kendala pembebasan lahan ini sedang kami konsultasikan ke pemerintah pusat,” klaimnya.

Sebelumnya, Direktur Teknik dan Operasional PT Trans Marga Jateng (TMJ) Arie Irianto mengakui selain terkendala material karena adanya larangan penggunaan tanah galian C, juga masih ada beberapa tanah bengkok yang belum dibebaskan. ”Sedikitnya masih ada sisa 15 bidang di (desa) Kandangan Bawen dan dua bidang di (desa) Barukan,” ujarnya.

Arie memastikan target penyelesaian pembangunan seksi III (Bawen-Salatiga) tetap sesuai jadwal. Pihaknya juga terus melakukan langkah-langkah percepatan. Termasuk antisipasi menghadapi cuaca yang diperkirakan dapat mempengaruhi target selesainya proyek pembangunan. ”Kami juga terus melakukan koordinasi dengan PPK (Pejabat Pembuat Komitmen), P2T (Panitia Pembebasan Tanah), dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat),” katanya. (fai/ric/ce1)