Perbankan Syariah Ditargetkan Tumbuh 2 Persen

159

SEMARANG- Perbankan syariah di Jateng diharapkan dapat tumbuh sebesar 2 persen pada 2016 mendatang. Sosialisasi terkait sistem perbankan ini pun terus digencarkan.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jateng, Ananda Pulungan, mengatakan, porsi perbankan syariah hingga akhir tahun ini masih sekitar 5 persen, dengan aset 5,7 persen dari total aset perbankan di Jateng.

“Padahal potensi perbankan syariah di Jateng ini cukup besar, mengingat sebagain besar masyarakatnya merupakan muslim,”ujarnya di sela diskusi publik ‘Pondok Pesantren sebagai Agen dan Kunci Kesuksesan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah’, kemarin (15/12).

Namun begitu, masih terdapat beberapa kendala dalam pertumbuhan sektor tersebut. Di antaranya, pemahaman masyarakat mengenai sistem perbankan syariah yang masih terbatas. Karena itu, sosialisasi terkait sistem ini terus dilakukan.

“Diskusi publik semacam ini merupakan salah satu upaya untuk mengoptimalkan sosialisasi seputar sistem perbankan syariah. Untuk pesantren sendiri saja, setidaknya ada ribuan santri. Potensi yang cukup besar untuk digaet oleh perbankan syariah,”katanya.

Perbankan syariah ini, lanjutnya, dalam implementasinya akan berdampingan dengan lembaga keuangan Baitul Maal wa Tamwil (BMT). Dengan demikian, diharapkan seluruh masyarakat dapat tersentuh oleh sistem ataupun lembaga keuangan.
“Sistem perbankan sendiri memiliki aturan prudensial yang tidak memungkinkan untuk menjangkau seluruh masyarakat. Karena itu perlu didukung oleh lembaga keuangan lain. Salah satunya adalah BMT,”tandasnya.(dna/aro)