Isi Gas Elpiji 12 Kg dari Sisa Tabung Konsumen

430
CURANG: Para tersangka pengoplos gas elpiji membeberkan hasil kecurangannya di hadapan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CURANG: Para tersangka pengoplos gas elpiji membeberkan hasil kecurangannya di hadapan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CURANG: Para tersangka pengoplos gas elpiji membeberkan hasil kecurangannya di hadapan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CURANG: Para tersangka pengoplos gas elpiji membeberkan hasil kecurangannya di hadapan Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Burhanudin di Mapolrestabes, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BARUSARI – Para pengoplos elpiji bersubsidi kian nekat. Mereka berani secara terang-terangan melakukan aksi kejahatan tersebut di pinggir jalan umum. Sebanyak tiga orang ditangkap oleh tim Reserse Kriminal Polrestabes Semarang di tempat terpisah.

Masing-masing; Teguh Hermanto, 34, warga Muktiharto, Semarang, dan Tri Sunarwanto, 39, Tugurejo, Semarang. Keduanya merupakan sopir dan kernet yang bekerja di agen elpiji PT Duta Prima Jalan Kartini Semarang.

Satu lagi adalah seorang kakek bernama Ratno, 55, warga Dempelsari RT 1 RW 22, Kelurahan Muktiharjo Kidul, Kecamatan Pedurungan Semarang, juga ditangkap terpisah. Anehnya, ketiga tersangka mengoplos elpiji bersubsidi secara terang-terangan di pinggir jalan. Namun menggunakan cara berbeda.

Sopir Teguh dan kernet Tri, kesehariannya bekerja di perusahaan agen elpiji dan bertugas mengantarkan elpiji berbagai ukuran ke toko-toko dan warga. Kesempatan itu mereka manfaatkan untuk memainkan praktik curang pengoplosan. Caranya, kata dia, saat mengambil atau mengirim tabung di tempat warga, biasanya pemahaman warga bahwa tabung tersebut telah kosong. Padahal sebenarnya masih ada sisa. Nah, sisa elpiji itulah yang diambil dan dipindahkan ke tabung 12 kg hingga penuh. Setelah itu, tabung 12 kg dijual tersangka. ”Tabung 12 kg itu kami jual kepada warga dengan harga Rp 139 ribu,” kata Teguh saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Jumat (11/12).