400 ODHA Belum Terungkap

246

UNGARAN– Diperkirakan di wilayah Kabupaten Semarang ada 900 orang yang terjangkit HIV/AIDS. Namun jumlah penderita itu masih belum terdeteksi secara keseluruhan. Saat ini baru sekitar 483 kasus HIV/AIDS yang terungkap.

Divisi Program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Taufik Kurniawan mengatakan, KPA Nasional (KPAN) memperkirakan wilayah Kabupaten Semarang ada 900 orang yang terjangkit HIV/AIDS. Sedangkan kasus yang terungkap melihat dari angka komulatif HIV/AIDS sampai akhir tahun 2014 sebanyak 419 kasus.

“Untuk tahun 2015 per Oktober ada 64 kasus baru HIV/AIDS. Sehingga jika ditotal dengan angka komulatif sampai akhir 2014 yang jumlahnya 419 maka temuan kasus hingga saat ini sebanyak 483 kasus. Jadi masih ada separo dari perkirakan KPAN yang belum terungkap,” ungkapnya, kemarin.

Taufik melanjutkan, pihaknya bersama Dinas Kesehatan dan kalangan LSM berupaya melakukan metode TOP (Temukan Obati Pertahankan). Metode TOP tersebut diharapkan akan dapat menemukan kasus baru sekaligus meminimalisir penyebarannya.“Untuk bisa menemukan kita gelar pemeriksaan rutin, selanjutnya beri fasilitas pengobatan dan pertahankan itu melakukan upaya pendampingan agar tidak menular,” kata Taufik.

Ditambahkan Sekretaris KPA Kabupaten Semarang Puguh Widjoyo Pakuwojo, KPA Kabupaten Semarang juga selalu melakukan sosialisasi kepada semua lapisan masyarakat tentang HIV/ADIS. Tujuannya agar masyarakat memahami cara penularan dan bagaimana jika ada temuan. Sehingga masyarakat tidak sampai mengucilkan orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Sebab kerap terjadi kasus di masyarakat, ODHA dijauhi, bahkan dikucilkan. Bahkan ketika ada ODHA meninggal dunia lingkungannya menolak merawat atau menguburkan jenazahnya, alasannya takut tertular.

“Padahal penularan HIV/AIDS itu tidak seperti sakit batuk atau lainnya yang bisa menular dengan bersin, berciuman atau berjabat tangan. HIV/AIDS hanya bisa menular lewat aktivitas seksual tanpa kondom, melalui transfusi darah yang sudah tercemar HIV dan dari seorang ibu hamil ke anaknya lewat aktivitas persalinan, menyusui dan di masa kehamilan,” tuturnya. (tyo/zal)