Ajak Tanam Pohon dan Manfaatkan Sampah

296
HARI POHON: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis di areal Taman KB Semarang, akhir pekan kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI POHON: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis di areal Taman KB Semarang, akhir pekan kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI POHON: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis di areal Taman KB Semarang, akhir pekan kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARI POHON: Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menanam pohon secara simbolis di areal Taman KB Semarang, akhir pekan kemarin. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Archipelago International area Semarang mengajak warga Kota Lunpia untuk lebih peduli kepada lingkungan. Mengambil momentum Hari Pohon, akhir pekan kemarin para punggawa Aston Semarang Hotel & Convention Center, Hotel Neo Candi dan Fave Hotel menggelar kampanye gerakan menanam pohon di areal Taman KB, Semarang.

Merangkul beberapa komunitas peduli lingkungan seperti Atmosphere, Hilo Green Semarang, Gallus Lafayeiti dan juga 1001 Pendaki Tanam Pohon, ramai-ramai menanam puluhan pohon dan melakukan pawai, mengajak warga Kota Semarang lebih peduli terhadap lingkungan. “Kami mengajak pengunjung CFD mengumpulkan sampah botol plastik dan kardus. Sampah itu bisa ditukar dengan makanan kecil yang sudah kami siapkan,” ungkap Public Relations Officer Hotel Aston Semarang Amanda Rosaline.

Mereka ingin menunjukkan bahwa sampah yang ada disekitar mereka masih bisa dimanfaatkan dan bisa memiliki nilai ekonomis. Nantinya, sampah-sampah itu akan diberikan kepada para komunitas yang berpartisispasi untuk didaur ulang hingga menjadi barang yang bisa dimanfaatkan. Selain itu, ada juga “save tree save life” yang diimplementasikan lewat gerakan yoga.

Kampanye dihadiri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang turut menanam pohon secara simbolis. Ganjar berharap, gerakan penanam pohon ini bisa terus dilakukan dan juga pentingnya kesadaran masyarakat mengenai lingkungan terutama isu sampah. “Kita harus bersahabat dengan alam. Jadi, tolong kesadarannya untuk ikut merawat lingkungan,” tuturnya. (amh/smu)