Bagaimana Konsep Kepemimpinan?

423

Pertanyaan :
Assalamu’alaikum Bapak DR KH Ahmad Izzuddin, M Ag di Jawa Pos Radar Semarang yang saya hormati. Belakangan ini sering sekali disinggung di media sosial tentang seorang ustad yang sedang hangat dengan konsep kepemimpinannya. Katanya, pemimpin tidak harus muslim. Oleh karenanya saya mau bertanya, sebenarnya bagaimana sih kepemimpinan dalam Islam? Terima kasih. Wassalamu’alaikum Warahmatullah.
Tomi, 08999659xxx di Ngaliyan

Jawaban :
Wa’alaikumussalam Warahmatullah Bapak Tomi di Ngaliyan yang saya hormati dan juga dimuliakan oleh Allah SWT. Terima kasih banyak atas pertanyaan bapak. Perlu kita ketahui terlebih dahulu bahwasanya setiap individu dari kita adalah pemimpin. Kita semua yang lahir di dunia ini adalah pemimpin.

Namun perlu adanya penekanan dalam hal kepemimpinan dalam Islam. Bahwa yang pertama dan yang menjadi etika pokok adalah nilai tanggung jawab. Sebagaimana dalam hadis disebutkan, Ibn Umar berkata: saya telah mendengar Rasulullah SAW bersabda: setiap orang adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara akan dimintai pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya. Seorang suami akan ditanya perihal keluarga yang dipimpinnya. Seorang istri yang memelihara rumah tangga suaminya akan ditanya perihal tanggung jawab dan tugasnya. Bahkan seoang pembantu yang bertugas memelihara barang milik majikannya juga akan ditanya dari hal yang menjadi tanggung jawabnya. Dan kamu sekalian adalah pemimpin, dan akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) dari hal yang dipimpinnya. (HR. Bukhari, Muslim)

Tanggung jawab di atas tentu tidak hanya selesai dengan menjalankan tugas semata, tetapi juga memberikan dampak (atsar) positif yang melahirkan kesejahteraan bagi hal yang terkait dengannya.

Memang, sebagian orang berpendapat bahwa di Indonesia, dengan jargon Bhinneka Tunggal Ika, memperbolehkan memilih pemimpin nonmuslim dengan alasan kemaslahatan yang diberikan. Namun akan lebih baik bagi seorang muslim, apabila dirinya dipimpin oleh seorang muslim juga. Terlebih di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah muslim. Karena kemaslahatan yang ditawarkan oleh pemimpin nonmuslim sifatnya adalah spekulatif. Bisa terlaksana, bisa juga tidak. Dan jika kenyataannya demikian, saya sangat yakin bahwa umat Islam sendiri masih banyak yang bisa melakukannya, bahkan masih ada yang memiliki kemampuan lebih unggul daripada nonmuslim.

Sebenarnya banyak disinggung dalam Alquran mengenai hal ini, akan tetapi tidak bijak rasanya jika saya menyebutkan terlalu banyak data. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua, amin.

Demikian jawaban dan penjelasan dari saya, wallahu a’lam bisshowab. Semoga ada manfaatnya dan barokah. Amin. (*/ric/ce1)