Rumah Terbakar, Uang Rp 60 Juta di Tumpukan Padi Ludes

210

SEMARANG – Sebuah rumah di Dusun Muntal, Kelurahan Patemon, Gunungpati, Semarang terbakar. Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (28/10) pagi. Api yang diduga berasal dari nyala lilin tersebut dengan cepat membesar dan menghabiskan perabotan di dalam rumah milik Sukimin, 70. Akibatnya uang senilai Rp 60 juta beserta sepeda motor dan barang berharga lainnya ludes terbakar. Sementara pemilik rumah selamat dari terjangan si jago merah.

Informasi yang berhasil dihimpun dari lapangan, peristiwa tersebut terjadi tepat saat matahari terbit. Saat itu, Sukimin sudah pergi meninggalkan rumah. Ia sejak pagi buta atau selepas salat Subuh telah berangkat ke kebun seperti biasanya. Sementara istrinya, Musinah, sedang mencuci piring di belakang rumah.

Tidak berselang lama, titik api muncul dari ruang tengah rumah Sukimin. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke setiap sudut rumah. Titik api tersebut diduga berasal dari nyala lilin. Lilin tersebut sebelumnya digunakan oleh keluarga Sukimin sebagai penerangan. Sebab sejak pukul 02.00, listrik di perkampungan padam.

”Sebelumnya listrik mati. Terus menyalakan lilin. Diduga lupa mematikan dan membakar benda di dekatnya. Titik api pertama terlihat dari ruang tengah. Pagi-pagi sekali Bapak (Sukimin, Red) sudah pergi ke ladang, terus ibu mencuci piring di belakang rumah,” ujar Lianti, anak perempuan Sukimin, saat dimintai keterangan oleh petugas Polsek Gunungpati, Rabu (28/10) pagi.

Api yang kian membesar tak dapat dikendalikan oleh warga sekitar yang sudah berusaha melakukan pemadaman. Terlebih saat insiden tersebut terjadi, tidak ada mobil pemadam kebakaran yang tiba di lokasi. Menurut keterangan Lianti, tidak adanya petugas pemadam kebakaran tersebut lantaran ia tidak tahu nomor telepon Dinas Pemadam Kebakaran yang harus dihubungi. Alhasil, warga sekitar hanya berusaha memadamkan api dengan alat seadanya.

Sekitar pukul 07.00, api yang membakar rumah Sukimin baru dapat dipadamkan. Namun, seisi rumah seperti sepeda motor, sepeda ontel, genset, kulkas, dan televisi telah habis terbakar. Tidak hanya itu, api juga melumat habis hasil ladang seperti kacang tanah dan padi. Bahkan, uang tunai senilai Rp 60 juta ikut ludes dilahap si jago merah. Uang puluhan juta tersebut disimpan oleh Sukimin di dalam tumpukan padi yang disimpan di dalam kotak besar atau gerobog. ”Total uang yang disimpan di dalam tumpukan padi itu sebenarnya Rp 70 juta, yang Rp 10 juta berhasil diselamatkan. Itu uang hasil penjualan tanah,” ungkap Lianti. (har/jpnn/zal/ce1)