Cawabub Hilmi Ramaikan Mlaku Bareng Santri

473
CURANMOR: Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor, Muhammad Hepi Herwanto, 18 dan Tomi Edianto alias Tompel, 19 saat olah TKP di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
CURANMOR: Dua tersangka pencurian kendaraan bermotor, Muhammad Hepi Herwanto, 18 dan Tomi Edianto alias Tompel, 19 saat olah TKP di Mapolres Kendal, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Calon Wakil Bupati Moh Hilmi berfoto bersama panitia Mlaku Bareng Santri di Alun-alun Kendal, Kamis (22/10) pagi kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)
KOMPAK: Calon Wakil Bupati Moh Hilmi berfoto bersama panitia Mlaku Bareng Santri di Alun-alun Kendal, Kamis (22/10) pagi kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO / JAWA POS RADAR SEMARANG)

KENDAL- Ribuan santri yang ada di Kabupaten Kendal tumpah ruah di Alun-Alun Kendal untuk mengikuti gelaran Mlaku Bareng Santri, Kamis (22/10) pagi kemarin. Kegiatan dalam rangka Hari Santri tersebut juga diikuti Calon Wakil Bupati Kendal, Moh Hilmi yang mendampingi Calon Bupati Kendal Widya Kandi Susanti. Even Mlaku Bareng Santri tersebut dihelat oleh Rabitah Ma’had Islamiyah (RMI).

Ketua RMI, Moch Najib Fauzan, meminta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal membuat perda tentang madrasah ibtidaiyah. Sehingga ke depan punya payung hukum yang kuat. Apalagi di Kendal banyak sekali madrasah. “Kalau bisa, ada perda yang mengatur tentang madrasah,” harapnya.

Selian itu, ia meminta Pemkab Kendal bisa menghapuskan 5 hari sekolah, dan menggantinya dengan 6 hari sekolah. Hal ini dikarenakan, aturan 5 hari sekolah membuat sejumlah madrasah merasa dirugikan lantaran waktu belajar yang panjang, sehingga anak-anak tidak sempat untuk belajar mengaji di madrasah. “Padahal banyak sekali madrasah, sayang kalau gulung tikar. Siswa pulangnya sore, sehingga tidak sempat mengaji, dikhawatirkan bisa jauh dari ajaran agama,” tuturnya.