Sudah Dipatenkan, Perakitan Hanya Butuh 2 Menit

Dosen Polines Temukan Alat Penyangga Pengecoran tanpa Tiang

613
PEDULI: Dandim 0716 Demak Letkol Inf Nanang Thomas T Wibisono memimpin pengiriman air bersih ke Desa Kuncir, Kecamatan Wonosalam, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

Teknik pengecoran yang masih menggunakan tiang penyangga dinilai tidak efisien. Karenanya, dosen Politeknik Negeri Semarang (Polines), Sudarmono, membuat penyangga pengecoran tanpa tiang. Seperti apa?

EKO WAHYU BUDIYANTO

TEKNIK mengecor pada bangunan yang menggunakan model penyangga konvensional dinilai lebih rentan dan berisiko tinggi. Baik untuk pekerja maupun konstruksi bangunan itu sendiri. Selain itu, penggunaan model penyangga konvensional yang kebanyakan menggunakan kayu memerlukan tenaga, biaya, waktu, dan bahan material yang banyak, sehingga dinilai tidak efisien.

Hal tersebut tampaknya kini sudah dapat diminimalisasi dengan sistem gelagar yang diciptakan oleh salah satu dosen Polines, Sudarmono. ”Ide awalnya muncul tahun 1994 saat Praktik Kerja Lapangan (PKL) di Jogja. Ada tukang bangunan memasang penyangga cor tidak pakai helm hingga kepalanya kena paku. Akhirnya, saya punya ide untuk membuat penyangga pengecoran tanpa tiang dengan sistem gelagar,” jelas Sudarmono kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (21/10).