Sebut Otak Perampokan Oknum Brimob

TNI Periksa Dua Pelaku

1140

”Selanjutnya diteruskan menuju ke rumah mertua Serda Isac Corputty yang bernama Tirin Siswoharjo di Dusun Nggaren RT 3 RW 4 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali,” bebernya.

Lebih lanjut, kata Arief, sekitar pukul 16.00, tim penyidik Pomdam IV/Diponegoro dipimpin oleh Wadandenpom IV/5 Semarang Mayor Cpm Roby Zulkarnaen, dan Wadanpomdam IV/Diponegoro Letkol Cpm (K) Tri Wahyuningsih melakukan penggeledahan di rumah Serda Frans Isack Corputty yang masih disembunyikan.

”Namun ternyata barang bukti uang itu sudah dipindahkan ke tempat kos adiknya di Gang Kelapa Kelurahan Srondol Wetan, tepatnya di belakang Hotel Serata. Di tempat tersebut, penyidik berhasil menyita uang barang bukti senilai Rp 400 juta (barang bukti baru),” terang Arief.

Sedangkan penggeladahan di rumah mertua Serda Isac Corputty yang bernama Tirin Siswoharjo di Dusun Nggaren RT 3 RW 4 Kecamatan Ngemplak Kabupaten Boyolali, penyidik Pomdam IV/Diponegoro menyita 1 unit Air Cooler Merek Munters dan 1 buah kasur lipat (Travelling Matterss Colour) merk Luxe ukuran 90 X 190 warna cokelat tua kombinasi hitam. Ternyata tersangka Serda Isac Corputty membelikan barang-barang tersebut untuk mertuanya, dengan menggunakan uang hasil rampokan.

Berdasarkan perhitungan uang yang disita, baik penyidik Ditreskrimum Polda Jateng dan Penyidik Pomdam IV/Diponegoro, serta sejumlah uang yang telah digunakan oleh para tersangka, masih terdapat selisih uang yang belum diketahui keberadaannya. Sesuai data laporan pihak korban, kerugian akibat perampokan tersebut Rp 5,7 miliar. ”Sampai saat ini, masih terdapat selisih kurang lebih Rp 250 juta yang belum diketahui keberadaannya,” kata Arief.

Dikatakannya, pihak penyidik Pomdam dan penyidik Ditreskrimum Polda Jateng juga telah melakukan pemeriksaan konfrontasi terhadap para tersangka di Aula Mapomdam IV/Diponegoro pada Jumat 9 Oktober 2015 sekitar pukul 18.00. Penyidik Pomdam berhasil menyita BPKB motor Kawasaki Ninja 250 CC warna putih Nopol H 5153 Q yang dibeli oleh Sertu Trisna Prihananto dari uang hasil rampokan. ”Sedangkan penggeledahan di tempat tinggal Sertu Trisna Prihananto di Asrama Deninteldam IV/Diponegoro tidak ditemukan barang bukti,” imbuhnya.