Sebut Otak Perampokan Oknum Brimob

TNI Periksa Dua Pelaku

1140

Dijelaskannya, pada saat tiga tersangka ditangkap oleh tim gabungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jateng, Deninteldam IV/Diponegoro, berhasil disita barang barang bukti berupa uang tunai Rp 4.886.743.000, 1 unit Kawasaki Ninja warna putih Nopol H 5153 Q dari tangan Sertu Trisna Prihananto.

Selain itu, disita mobil Daihatsu Gran Max warna silver Nopol G 9141 HC milik PT Advantage yang digunakan untuk mengangkut uang, lakban warna hitam yang digunakan untuk mengikat korban Frendy Agus Irawan, dua buah gembok, serta satu botol air mineral 150 ml.

Sementara penyidik Ditreskrimum Polda Jateng juga berhasil menyita barang bukti uang senilai Rp 1.400.000 yang terdiri atas uang recehan Rp 500 sebanyak 6 kantong plastik di rumah mertua Serda Frans Isack Corputty, yakni bernama Tirin Siswoharjo di Dusun Nggaren RT 3 RW 4 Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali.

Dalam kasus ini, lanjut Arief Wibowo Djati, karena secara Yurisdiksinya berbeda, maka penyidikan kasus perampokan yang melibatkan tiga oknum aparat tersebut dilakukan secara terpisah. ”Brigadir Supriyanto, anggota Satbrimob Polda Jateng, penyidikannya dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Jateng berkoordinasi dengan Pomdam IV/Diponegoro dan Daninteldam IV/ Diponegoro,” katanya.

Sedangkan Sertu Trisna Prihananto dan Serda Frans Isack Corputty berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 1997 tentang peradilan militer harus tunduk kepada peradilan militer.

”Maka penyidikan (tersangka dua oknum TNI) dilakukan oleh penyidik Pomdam IV/Diponegoro berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda Jateng dan Deninteldam IV/Diponegoro,” terang Arief.

Arief menjelaskan perkembangan penyidikan yang dilakukan oleh Pomdam IV/Diponegoro hingga saat ini. Di antaranya melakukan pemeriksaan terhadap 5 orang saksi, masing-masing dari pihak perusahaan PT Advantage, pemilik rental mobil Daihatsu All Xenia warna putih Nopol H 8472 ZC yang disewa oleh para tersangka untuk merampok. ”Mobil tersebut saat ini telah disita sebagai barang bukti,” katanya.

Penyidik Pomdam IV/Diponegoro bersama penyidik Ditreskrimum Polda Jateng juga telah melakukan rekonstruksi dimulai dari kantor PT Advantage Semarang pada 7 Oktober 2015 pukul 07.00, dilanjutkan ke lokasi perampokan di belakang penggilingan padi Hendra Setia di Dusun Dusun Kwagean RT 31 RW 7 Sugihan Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.